Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Rekanan Keluhkan Penggunaan APlikasi SPSE 4

Rekanan Keluhkan Penggunaan APlikasi SPSE 4

ANAMBAS (HK)- Sejumlah rekanan (kontraktor-red) di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengeluhkan penggunaan aplikasi Sistem Pelayanan Secara Elektronik (SPSE) ke 4 oleh Kelompok Kerja (Pokja) yang melaksanakan pelelangan. Pasalnya Aplikasi SPSE terbaru ini belum dilakukan sosialisasikan namun telah dipergunakan.
Seperti diketahui  di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dalam proses pelelangan sebelumnya mempergunakan SPSE lama yakni SPSE 3.6

"Kita rekanan kelabakan dengan yang dibuat oleh Pokja karena menerapkan aplikasi SPSE terbaru, kalau boleh dibilang terkejutlah seperti orang bangun dari tidur dengan aplikasi terbaru ini," demikian disampaikan Syarifuddin, seorang Kontraktor,  Rabu (17/5).

Pria yang akrab dipanggil Datok Bandar itu mengakui jika kekecewaan juga bukan hanya dirinya saja, namun kontraktor lain juga merasakan hal yang sama, mengingat terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara SPSE 3 dan SPSE 4 diantaranya yakni cara pengiriman pendaftaran, cara mengupluod dokumen penawaran dan lainnya.

"Hal ini cukup dirasakan oleh sejumlah rekanan lokal karena minimnya informasi tentang ini," bebernya. Hal ini lanjut Syarifudin, tak pelak membuat sejumlah kontraktor menduga adanya permainan dalam proses lelang pada paket di Dinas Perkerjaan Umum (DPU) oleh Pokja yang bersangkutan.

"Bisa saja ada permaianan dalam proyek yang di lelang kita mana tahu karena SPSE 4 tentu pastinya sudah ada yang paham dan mengerti. Tak mungkin juga kan SPSE 4 ini semuanya tidak mengerti, pasti ada yang paham," tuturnya.

Ingin mengetahui kebenaran tersebut tambah Syarifudin pihaknya menemui  LPSE untuk mempertanyakan hal tersebut, dan menurut penjelasan salah satu Pegawai LPSE ternyata LPSE dan Pokja yang telah mendapatkan pelatihan SPSE 4 sebenarnya sudah sepakat untuk  belum menerapkan aplikasi ini sekarang.

"Dari pegawai LPSE ini kami dapatkan info bahwa sudah ada kesepakatan SPSE 4 akan dipergunakan pada lelang akhir Mei mendatang," jelasnya. Syarifudin memaparkan akibat dari persoalan ini akhirnya LPSE langsung melaksanakan pelatihan kepada rekanan agar semuanya dapat mempergunakan Aplikasi SPSE 4.(yud)

Share