Selasa09262017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Biaya Transport Mahal

Biaya Transport Mahal

Harga Sembako Belum Stabil

ANAMBAS (HK) - Biaya transportasi ke wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas masih tinggi sehingga  memicu harga sembilan bahan pokok (Sembako) menjadi tidak stabil meski tol laut sudah lama beropersi. "Banyak pedangan yang berbelanja dari Tanjung Pinang, walaupun ada tol laut namun untuk pedagang yang berbelanja di Tpi tersebut tidak dapat menggunakan alat trasportasi yang disubsidi pemerintah pusat," kata Usman,  Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan KKA,  Rabu (17/5).

Usman mengaku belum mengetahui secara pasti  alasan para pedagang yang tidak  memanfaatkan kapal tol tersebut. Kendati demikian pemerintah  pada prinsipnya telah melakukan sosialisasi bahkan siap membantu dalam memfasilitasi para pedagang tersebut untuk memperoleh kemudahan mengenai belanja di Jakarta.

"Sejak kapal tol laut itu beroperasi ke Anambas, kita telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan mengarahkan mereka agar dapat memanfaatkan kapal itu. Kita tidak bisa memaksa, karena mereka yang memilih," bebernya.

Lebih jauh Usman mengungkapkan, jika harga bahan sembako yang berada di Anambas di samakan dengan harga barang di Jakarta, ia yakin tidak akan bisa terjadi. Ia juga tidak berani melakukan penekanan harga terhadap para pedagang. Pemda bisa melakukan penurunan harga barang dengan cara melakukan operasi pasar atau pemda mengelola bahan sembako melalui Perusda.

Disinggung tentang  Perusda Anambas yang tidak berjalan dengan semestinya bahkan seakan mati suri, Usman langsung mengatkan  persoalan itu bukan kewenangan dirinya dan ia yakin Perusda belum bisa menjalankan program kerjanya disebabkan anggaran yang dimiliki mereka tidak mencukupi, namun tidak menutup kemungkinan hal itu akan bisa diwujudkan ke depannya.

"Mengenai Perusda saya tidak mengetahui secara pasti kenapa belum berjalan dengan semestinya, bisa saja dikarenakan ketersedian anggaran tidak ada atau faktor lainnya," tuturnya.

Sementara salah seorang warga Letung Kecamatan Jemaja Rudiaman mengatakan bahwa bahan sembako yang dibawa menggunakan kapal tol laut dari pelabuhan Tanjungpinang oleh para pedagang yang mereka menjualnya di pelabuhan tersebut cukup murah ketimbang harga barang yang beredar dipasar. Jika masyarakat ingin mendapatkan bahan sembako seperti minyak goreng curah, bawang merah, tepung, gula dan masih banyak lagi yang lainnya yang murah bisa didapatkan ketika kapal itu sandar di pelabuhan. Kapal Tol Laut itu dalam waktu satu bulan akan tiba di pelabuhan Letung setelah mengelilingi sejumlah pulau di Kepulauan Riau hingga menuju ke kota Pontianak.

"Dalam satu bulan kami bisa peroleh harga sembako murah sebanyak 2 kali saja, jika kapal tol laut dari Tanjungpinang tiba dan sandar dipelabuhan, sebab banyak para pedagang dikapal itu melakukan jual beli barang," tukasnya.

Rudiaman juga  tidak mengerti  mengapa  para pedagang selama ini menjual barangnya dengan harga yang tinggi dan itu tidak bisa mereka elakkan, artinya mesyarakat tidak memiliki pilihan lain dan terpaksa harus membeli barang yang dijual oleh para pedagang.

"Kita berharap Pemda melakukan operasi pasar jelang bulan suci Ramadan mendatang, untuk mengurangi terjadinya kenaikan harga dan itu sering terjadi setiap tahunnya," imbuhnya***(yud)

Share