Jumat07212017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Pemkab Anambas Pastikan Uang Tanah Dititip ke Pengadilan

Pemkab Anambas Pastikan Uang Tanah Dititip ke Pengadilan

ANAMBAS (HK) -  Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup telah mengumumkan kepada seluruh pemilik lahan yang merasa memiliki lahan yang bakal dibebaskan di area perluasan Bandara Letung.
Seperti diketahui lahan yang akan dibebaskan tersebut direncanakan untuk perluasan Bandara Letuntg, dan  lahan yang akan dibebaskan seluas 3 Hektar.

Lahan yang bakal dibebaskan tersebut adalah lahan yang sebagai area dilingkungan bandara, untuk lahan pembangunan runway sudah dibebaskan sebelumnya. Saat ini pihak Kementerian Perhubungan masih melaksanakan kegiatan pembangunan runway tersebut.

"Benar, kita sudah melakukan pengumuman tentang lahan yang akan dibebaskan yang diperuntukan bandara Letung sebanyak 3 Hektare. Jika tidak ada yang mengakui sebagai pemilik lahan, maka Pemda akan titipkan anggarannya ke pengadilan nantinya," demikian disampaikan  Zulkarnain,  Sekretaris Perhubungan dan Lingkungan Hidup Anambas, Kamis (18/5).

Mantan Kepala Bagian Hukum sekretariat Daerah KKA itu mengungkapkan,  pihaknya sudah melakukan  tahap pertama dengan melakukan pematokan lahan yang bakal dibebaskan, kemudian pihaknya telah mengumumkan di setiap pengumuman yang ada di kantor bupati maupun di setiap desa yang berada di Kecamatan Jemaja. Selama 14 hari waktu pengumuman yang sudah dilakukan sejauh ini belum ada pemilik lahan yang mendatangi pihaknya.

Lebih jauh Zulkarnain menguraikan pengumuman itu mulai dipasang sejak tanggal 29 April-18 Mei 2017. Jika masa waktu pengumuman sudah selesai dilakukan maka langkah yang akan dilakukab selanjutnya akan meminta bantuan dari pihak Badan Pertanahan Negara ( BPN) untuk menghitung jumlah luasa tanah yang dibutuhkan.

Masih kata Zul Panggilan Akrab Zulkarnain,   setelah BPN menghitung jumlah luas lahan yang dibutuhkan, lalu pemda akan meminta bantuan lagi kepada Tim Apresial untuk menghitung nilai harga lahan yang dibebaskan.

"Kita akan bekerjasama dengan sejumlah pihak yakni BPN selaku juru ukur lahan, sedangkan Tim Apresial menilai harga lahan yang dibebaskan tersebut," bebernya.

Kepala Satker Bandara Letung Ariadi mengatakan saat ini pihaknya terus menggesa kepada pelaksana kegiatan agar dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Saat ini pihaknya masih memantau terus pekerjaan tersebut, yakni pembangunan tempat parkir, pembangunan penambahan perpanjangan runway sebanyak 220 meter.

"Masih terus dikerjakan dan saya berharap pekerjaannya selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan," sampainya.

Ariadi menyampaikan  pihak Kementerian telah menambah anggaran untuk pelaksanaan pembangunan runway kedepannya dengan panjang 230 meter dan akan menggunakan anggaran sebesar Rp5,2  miliar. Artinya pada tahun 2018 panjang runway Bandara Letung mencapai 1.600 meter dan ia memastikan pesawat ATR 75 sudah bisa mendarat di Bandara Letung.

"Kita targetkan 2018 pesawat ATR 75 sudah mendarat di Bandara Letung," pungkasnya.(yud)

Share