Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Warga Jemaja Resah

Warga Jemaja Resah

Pasar Ikan Jadi Tempat Ngomix

ANAMBAS (HK) - Warga Jemaja resah  menyusul bangunan pasar yang dibangun tidak dapat di fungsikan. Pasar yang berada di pinggir  pelabuhan berhala tersebut tidak dapat dimanfaatkan masyarakat. Seperti diketahui,  Sejak bangunan itu berdiri hanya beberapa bulan saja bisa difungsikan oleh masyarakat, itupun untuk berjualan nasi dan lauk pauk, setelah itu beberapa masyarakat diungsikan akibat bangunan itu terlihat retak dan tiang bagian bawah mengalami patah.

Hingga saat ini bangunan tersebut terbengkalai. Darwis Warga Letung mengatakan, Diperkirakan bangunan gedung pasar ikan itu dikerjakan sekitar tahun 2011 yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "

"Bangunan pasar ikan itu tidak pernah difungsikan lagi dengan semestinya dan kini mulai condong, sebagian tiang bagian bawah mengalami patah. Kami berharap bangunan itu dapat dimusnahkan," Selasa (12/9).

Akibat tidak difungsikan lagi, sebut Darwis, bangunan itu dijadikan para kaula muda tempat ngumpul-ngumpul pada saat malam hari untuk berbuat hal-hal yang dinilai negatif. Kenapa  bisa dikatakan demikian, beberapa ruangan bangunan itu dipenuhi obat batuk komix.

Bagi masyarakat disini jika ditemukan bungkusan obat batuk komix dengan jumlah banyak dan satu lokasi maka dipastikan obat batuk tersebut dikonsumsi secara berlebihan dan akibat dari menyalahi aturan cara pemakaiannya oleh pengguna dan dipastikan akan mengalami halusinasi atau ngefly.

"Bukan hanya dijadikan tempat ngomix saja dibangunan itu, masih banyak kegiatan lainnya lagi. Kami sangat kwatir bangunan itu akan roboh yang bisa menelan nyawa orang lain ketika melintasi akses pelabuhan berhala,"paparnya.

Darwis berharap kepada Pemerintah agar bisa memberi solusi yang terbaik dan dapat kiranya melakukan pemusnahan aset milik negara. Ia juga mengatakan, pada awalnya masyarakat Jemaja mengajukan pembangunan pasar ikan bukan ditempat sekarang, akan tetapi di sekitar kota Letung.

Darwis  mengaku heran,  kenapa bisa dibangun di tepi akses pelabuhan Berhala itu. Katanya, mestinya sejumlah pihak harus lebih berhati-hati dan turun langsung ketika menilai kelayakan bangunan itu, hal itu berguna untuk setiap bangunan yang menggunakan uang rakyat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan semestinya.

"Mudah-mudahan Pemerintah bisa memberi solusi yakni musnahkan bangunan pasar itu dan tidak pernah dapat difungsikan lagi oleh warga dengan semestinya. Kini mulai condong dan saya kwatir akan roboh nantinya, "imbuhnya.***

Share