Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Anambas Masjid Agung Anambas Jadi Ikon Religi Pariwisata

Masjid Agung Anambas Jadi Ikon Religi Pariwisata

pelaksanaan pengerjaan landclearing masjid agung yang sedang di kerjakanANAMBAS (HK) - Pembangunan Masjid Agung sebagai icon wisata relegi terus digesah. Pelaksanaan perkerjaan dilaksanakan PT Karya Bangun Mandiri Persada dengan nilai kontrak Rp67 miliar lebih. Pengerjaan pembangunan dilaksanakan dengan multyears yang akan rampung pada 2019 mendatang.

Hervin, Kontraktor pelaksana mengakui jika dilapangan ditemui kendala banyaknya batu yang hampir 60 persen dan tanah hanya sekitar 40 persen. "Kita tetap optimis akan bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut, meskipun kendala di lapangan cukup berat, mulai dari jumlah hamparan batu hingga ruang gerak bagi pekerja sangat sempit," kata Hervin Minggu (12/11).

Kendala lain yang dihadapi ungkap Hervin adalah olah gerak lokasi kerja cukup sempit dikarenakan lokasi bangunan luas area tidak luas dan ditambah lagi sejumlah bangunan ruko milik warga sudah banyak berdiri tidak jauh dari pembangunan.

Selain itu lanjutnya,  belum lagi sebelah barat terdapat akses jalan utama yang digunakan masyarakat melintas menggunakan roda dua dan roda empat untuk menuju Desa Tarempa Timur dari pelantar beton Semen Panjang Kelurahan Tarempa, perlu lebih ekstra hati-hati saat melakukan pekerjaan.

Hervin menambahkan, melaksanakan proyek tersebut menjadi suatu tantangan baginya, oleh sebab itu ia berharap kepada seluruh lapisan masyarakat, pemuda, tokoh agama dan pihak lainnya diharapkan dapat mendukung kegiatan yang mereka lakukan. Jika tidak ada dukungan yang kuat, ia yakin harapan masyarakat Anambas memiliki Masjid Agung yang akan dijadikan sebagai icon wisata Anambas tidak akan terwujud dengan maksimal.

"Kami tentu berharap dukungan semua pihak baik masyarakat maupun stekholder lainnya. Kita akan selesaikan pekerjaan ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," bebernya.

Masih kata Hervin,  perusahaan yang melaksanakan kegiatan itu yakni PT Karya Bangun Mandiri Persada dengan nilai kontrak Rp67 miliar lebih. Untuk progres kegiatan di pekerjaan pemantangan lahan sudah mencapai 54 persen hingga hari ini, jika dihitung secara perkapita menurut waktu yang ditetapkan pekerjaan itu harus mencapai 50 persen, artinya mereka sudah bisa melebihi target yang ditetapkan.

Hervin tidak menampik bahwa tanah yang digali, lalu saat memecahkan batu akan menganggu kenyaman bagi warga sekitar dan juga sudah perintahkan kepada para pekerjanya untuk lebih berhati-hati ketika melaksanakan pekerjaan tersebut.

Mengenai air laut yang berubah warna kuning itu dikarenakan akibat curah hujan yang lebat. Gunung yang berada di Tanjung Angkak harus diratakan, meskipun batu besar menanti. Dengan upaya yang semaksimal mungkin harus bisa dilakukan semua pekerjaan itu, batu yang ada harus dipindahkan atau dipecahkan. Namun dirinya tetap yakin akan bisa melaksanakan pekerjaan tersebut.

"Sudah pasti masyarakat akan merasa terganggu dengan warna laut berubah warna kuning di sekitar area kerja, itu banyak terjadi apabila ada curah hujan yang deras. Pastinya kita akan selesaikan pekerjaan ini dengan baik sesuai yang ditargetkan oleh Pemda," tutupnya.(yud)

 

Share