Sabtu11222014

Last update12:00:00 AM

Back Anambas 22 Perusahaan Masuk Daftar Hitam

22 Perusahaan Masuk Daftar Hitam

TAREMPA (HK)- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dalam dua tahun terakhir (2012-2013),  telah memasukkan sebanyak 22 perusahaaan kedalam daftar hitam (blacklist-red), karena dinilai tidak mampu melaksanakan pekerjaan selaku pemenang tender sejumlah paket pekerjaan yang diselenggarakan saat itu.

"Untuk tahun ini ada sebanyak 15 perusahaan yang sudah kita blacklist. Sedangkan tahun 2012 lalu terdapat sebanyak 7 perusahaan. Artinya sampai saat ini sudah terdapat 22 perusahaan yang terpaksa kita blacklist, karena tidak mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik, sebagaimana yang diharapkan," ucap Kepala Dinas PU Anambas, Ir Eko Sutarso pada Haluan Kepri, kemarin.

Disinggung mengenai perusahaan yang di blacklist, namun orangnya tetap sama membawa perusahaan yang berbeda (baru) pada saat memasukan lelang proyek berikutnya, Eko menyebutkan hal tersebut bukan kewenangan dari pihaknua

"Yang kita blacklist tersebut merupakan perusahaan yang bersangkutan. Namun jika memang orangnya membawa perusahaan lain, kita tidak bisa mengahalangi mereka untuk ikut lelang. Yang pasti, nama perushaan yang kita blacklist tersebut tidak bisa lagi sebagai peserta lelang berikutnya," ungkap Eko.

Mengenai pekerjaan perusahaan yang masuk dalam daftar hitam selama ini, Eko menyebutkan, akan segera  melelangnya kembali agar anggaran yang telah disediakan bisa terserap dengan baik pada tahun berikutnya.

"Jika masalah pekerjaan perusahaan yang telah dibalcklist akan kita lelang kembali dan kalau sudah sempat bekerja maka kita bayar sesuai dengan volume kerja dan sisa anggaran akan kita kembalikan ke kas daerah," ungkapnya.

Disinggung mengenai banyaknya pekerjaan yang belum bisa terselesaikan dilelang saat ini, ia menyebutkan hal tersebut merupakan tanggung jawab dari ULP-LPSE. Pihaknya sudah berupaya sebaik mungkin untuk melelang seluruh paket pekerjaan ke ULP sebagaimana yang tersedia.

"Hingga saat ini, sudah 60 persen paket proyek yang kita lelang. Namun kita tetap optimis semua paket proyek tersebut bisa terselesaikan dengan baik hingga akhir tahun 2013 ini," ucapnya. (nel)

Share