Kamis10232014

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Tambang Liar Di Solok Selatan, 41 Ekskavator Disita

Tambang Liar Di Solok Selatan, 41 Ekskavator Disita

PADANG (HK) —  Persoalan illegal mining (tambang liar) di daerah Solok Selatan terus ditindaklanjuti oleh jajaran Polda Sumbar, Polres Solok Selatan, dan Pemda Solok Sela­tan sendiri. Dari awal bulan ini hingga sekarang kepolisian telah menyita 41 ekskavator (alat berat) dari berbagai lokasi penambangan emas.
Dari seluruh jumlah ekskavator yang diamankan tersebut berada diantaranya 10 di Polres Dharmasraya, 10 di Polres Solok Selatan, empat telah dilimpahkan ke kejaksaan, dan 17 lagi masih berada di hutan, karena tidak bisa dibawa ke kantor polisi.

Hal ini dikatakan Kapolda Sumbar Brigjen Pol. Noer Ali didampingi Bupati Solok Selatan Musni Zakaria, Kapolres Solok Selatan AKBP Djoko Trisulo kepada wartawan di Mapolda Sumbar, Jumat (26/4).

Menurut Kapolda, seluruh unsur seperti pemerintah daerah, TNI, dan Polri selalu bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan Solok Selatan, baik kegiatan secara preventif, preentif maupun penegakan hukum.

“Penegakan hukum ini mutlak bagi kepolisian. Untuk itu, semua komponen masyarakat, komponen aparatur pemerintah, dan komponen aparat hukum sepakat ingin membereskan permasalahan tambang ilegal ini. Prioritas kita yang utama adalah kegiatan yang menggunakan alat berat sehingga kami telah menyita 41 ekskavator,” kata Noer Ali.

Noer Ali mengatakan, ada beberapa lokasi yang tidak terjangkau oleh kepolisian, tapi bupati telah memberikan masukan untuk menembus lokasi itu. Suatu saat, pihak kepolisian akan menjangkau lokasi tersebut.

“Kami jujur, memang masih ada lokasi yang belum terjangkau. Seperti di daerah Talantang, ada 10 lokasi yang akan dijangkau. Masih ada alat berat beroperasi di kawasan itu,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian terus berjalan dalam melakukan penindakan illegal mining ini. Selain itu, tim terpadu yang telah terbentuk juga masih berjalan untuk melakukan penyelidikan.

Dijelaskan Noer Ali, dari sekian alat berat yang telah disita sudah empat ekskavator dilimpahkan ke jaksa bersama tujuh tersangka. Sedangkan untuk tersangka lainnya, pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Kami akan mencari tahu siapa pengguna alat berat tersebut, namun apabila tidak diketahui penggunanya, maka kami akan koordinasi dengan pengadilan dan akan kita lelang alat berat terse­but,” jelasnya.

Selain itu, berkaitan dengan pembekingan, Noer Ali dengan tegas mengatakan, pihaknya telah menjelaskan ke seluruh jajaran yang berada di naungan Polda Sumbar, agar jangan mencoba macam-macam untuk terlibat dalam illegal mining.

“Hingga saat ini dalam kasus tersebut belum ada ditemukan aparat kepolisian membekingi. Namun, apabila nantinya kedapatan dan terbukti membekingi tambang illegal ini, maka tidak ada ampun baginya alias langsung dicopot,” tegasnya.

Ditambahkan Djoko, sebelumnya anggotanya bersama pemerintah telah melakukan sosialisasi dari bulan Agustus hingga bulan Desember 2012, agar tidak ada beroperasi alat berat. Selain itu, pihaknya pun juga telah mengusir beberapa ekskavator. Namun, kenyataannya awal bulan ini masih ada saja beroperasi alat berat tersebut.

“Maka dari itu, pada tanggal 13 Januari hingga tanggal 25 kemarin, kita bergabung dengan Polda Sumbar melakukan penindakan. Alhasil, puluhan alat berat telah disita, dan tujuh tersangka telah dilimpahkan ke jaksa, serta ada tiga kasus yang masih dalam proses,” jelas Djoko.

Selain masih dalam proses, Djoko menjelaskan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengetahui keberadaan para daftar pencarian orang (DPO), yang telah diketahui identitasnya. Namun, saat disambangi ke tempat tinggalnya, ternyata sudah tidak ada lagi disana.

“Sebelumnya, kita sudah memanggilnya sebagai saksi maupun sebagai tersangka dalam kasus ini, ternyata mereka ini tidak hadir. Saat saya melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah masih ada di lokasi tersebut, ternyata sebagian sudah tidak ada di alamat tersebut. Walaupun demikian, kami terus melakukan pencarian ter­hadap pelakunya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Solsel Muzni Zakaria menyebutkan, target ini bukan saja alat berat, tetapi semua unsur yang berkaitan akan ditindak. “Kita percayakan kepada kepolisian, untuk menindak semua­nya yang berkaitan dalam permasalahan tambang ilegal ini,” kata Muzni.

Kemudian untuk permasalahan tambang emas, kata Muzni, hingga saat ini belum ada persyaratan yang lengkap dan yang berlaku untuk melakukan penambangan. Maka, bisa dikatakan ilegal semuanya yang menambang di sana. (hmg)

Share