Sabtu11222014

Last update12:00:00 AM

Back Bang Cakrim Hati-hati Retainer Berkedok Koperasi

Hati-hati Retainer Berkedok Koperasi

Masyarakat Batam akhir-akhir ini, mengaku sangat resah dengan semakin menjamurnya retainer berkedok koperasi simpan pinjam  beredar di Batam. Aksi rentenir ini tersebar diseluruh penjuru Kota Batam.

Mula-mulanya, petugas retainer bertopeng  koperasi ini menawarkan pinjaman kepada  warga. Dengan sistem pengembaliannya, ada yang bersifat harian, mingguan, bulanan. Untuk  pembayaran cicilannya tergantung berapa besar pinjamannya. Memang pembayaran cicilan awal tidak terasa berat. Tapi sekali konsumen tidak memiliki uang kas dan belum disetorkan, maka pihak petugas retainer terus mengejarnya.

Bahkan tindakan maupun ucapan kasar kerap kali keluar dari mulut si retainer terhadap peminjam. Parahnya, utang pinjaman akan dikenakan bunga yang cukup tinggi. Tentu nilai  utang si peminjam semakin bertambah. Bahkan hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Sebut saja ibu Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Perumahan Buana Regency ini harus berutang hingga mencapai puluhan juta rupiah. Nyarisnya, utang pinjaman ini  tidak diketahui oleh suaminya. Namun lama kelamaan suaminya mengetahui perbuatan sang istrinya tersebut. Harmonisasi rumah tangga pasangan suami istri ini pun sempat tak nyaman.

Hal  ini juga dialami oleh warga Kavling di Kelurahan Kabil dan di Kelurahan lainnya yang ada di Kecamatan Nongsa. Gara-gara tak mampu mengembalikan tunggakan pinjaman, warga terpaksa harus menjual rumah untuk menutupi utang-utang para retainer berkedok Koperasi ini.

Menyikapi maraknya retainer berkedok koperasi tersebut, anggota komisi I DPRD Kota Batam, Helmy Hemilton, SH,MH angkat bicara. Politisi Partai Demokrat (PD) ini meminta, agar saatnya aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas kepada retainer yang diduga berkedok koperasi simpan pinjam tersebut.

Helmy mengaku sudah lama mendapatkan pengaduan dari masyarakat ke komisi I, terkait maraknya retainer koperasi simpan pinjam itu. Bahkan warga kerap kali mendapatkan ancaman, baik berupa mental maupun fisik oleh petugas retainer koperasi.

Untuk itu hati-hati jika berhadapan dengan rentenir yang berkedok koperasi. Jangan sampai tergoda dengan pinjaman, dengan memanfaatkan momen hari raya yang membutuhkan biaya yang besar. Karena sekali terjebak, maka akan menjadi hal yang merusak untuk ke depannya. (ali mahmud)

Share