Kamis06222017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Diduga Area Parkir Dirubah Jadi Kios

Diduga Area Parkir Dirubah Jadi Kios

Winner Junction Masih Membandel

BATAM (HK) - Pembangunan kios di depan Ruko Winner Junction jalan Brigjen Katamso, Simpang Base Camp, Sagulung Kota, mulai terkuak. Informasi yang dihimpun, area tersebut peruntukannya untuk parkir, namun dalam perjalanannya dipakai untuk membangun kios-kios.
Walau tak sesuai peruntukan, pihak pengembang masih tetap membandel dan terus menggesa pembangunan. Bahkan, disinyalir pihak Satpol PP Kota Batam yang merupakan penegak Perda dibuat tak berdaya.

Lurah Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Bambang Adi Saputra mengaku pihaknya telah didatangi oleh pengembang dan menginformasikan BP Batam telah mengeluarkan izin lahan dimaksud. "Ya mereka sudah mendatangi kita, dan  dari surat izin yang diurus ternyata peruntukannya adalah lahan parkir bukan untuk kios," ujar Bambang kepada Haluan Kepri, Kamis (18/5).

Ironisnya, walau sudah mengetahui peruntukan yang diberikan pihak BP Batam adalah untuk parkir pihak pengembang masih juga meneruskan pembangunan kios tersebut. "Saat ini kita sudah melayangkan surat melalui pihak Kecamatan agar Satpol PP untuk menertibkan selalu bangunan yang tidak sesuai peruntukan tersebut," tegasnya.

Yang kita takutkan, lanjutnya setelah kios tersebut dibangun dan diperjualbelikan atau disewakan ke masyarakat tanpa ada kejelasan perizinan maka yang rugi adalah masyarakat. "Kalau kios itu nantinya akan disewakan atau diperjualbelikan kepada masyarakat ini jelas sudah namanya mencari keuntungan pribadi dan kalau masyarakat juga yang rugi kalau kios itu nantinya akan digusur," terangnya.

Coky Selaku pengelola Winner Group saat dikonfirmasi di kantor pemasarannya terlihat sibuk. Saat dihubungi lewat ponselnya tidak menjawab.  Pesan yang dikirim ke nomer 085264536144 miliknya juga belum membalas.

Sebelumnya, sebelumnya telah menghentikan pembangunan  kios-kios tersebut karena merupakan wilayah buffer zone. karena pihak kecamatan menilai lahan itu masih masuk lahan buffer zone, di samping itu peruntukan untuk pembangunan kios tersebut bukan untuk kepentikan umum, tetapi kepentingan pribadi.

"Itu untuk mencari keuntungan pribadi bukan untuk membantu masyarakat," kata Jamil, Kasitrantib Kecamatan Sagulung beberapa waktu lalu.

Dia juga menjelaskan pihaknya tidak mempermasalahkan pembangunan kios tersebut meski di atas lahan Buffer zone, dengan catatan pihak pengembang mengurus izin pemanfaatan lahan, dan mengurus izin lainnya. "Semenjak pihak kecamatan melaksanakan penghentian pembangunan, pengembang tidak pernah mengurus izin untuk pemanfaatan lahan tersebut," katanya saat itu.(iks)

Share