Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Batam KKP Gagalkan Penyelundupan Ribuan Lobster

KKP Gagalkan Penyelundupan Ribuan Lobster

ekspose penyeludupan lobsterDilepaskan Kembali di Pulau Manis Belakangpadang

SEKUPANG (HK) - Anggota Kapolian Kawasan Pelabuhan (KKP) Sekupang berhasil menggagalkan penyeludupan ribuan ekor benih lobster ke luar negeri melalui Batam, Senin (11/9) pagi, di Pelabuhan International Sekupang (PIS) Batam.

Selain mengamankan barang bukti, kepolisian juga mengamankan seorang pelaku berinisial KL, dokumen paspor RI, 1 lembar boarding pass Sindo Ferry yang akan berangkat ke Singapura, 1 buah handphone merk Samsung, serta 1 unit mobil milik tersangka yang diparkir di pelabuhan.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Sam Budigusdian didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kepala Karantina Hewan Batam, Kapolsek KKP Pelabuhan Sekupang mengatakan, pengungkapan dan penangkapan atas tindak penyeludupan hewan terlarang keluar negeri itu, atas kecurigan petugas polisi di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS).

"Ketika petugas KKP melakukan pengawasan di lokasi Pelabuhan International Sekupang (PIS) melihat seseorang yang menggunakan koper berwarna biru dongker yang mencurigakan, saat hendak berangkat ke Singapura," sebut Irjen Pol Sam Budigusdian ketika gelar ekspos di Kantor KKP Sekupang.

Kemudian, terangnya, anggota kami melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan KL tersebut. Yang ternyata, isinya itu adalah ribuan ekor benih lobster berbagai jenis yang di bawa dari Jambi, untuk diseludupkan ke Singapura.

"Awalnya, tas warna dongker ini ditinggal begitu saja, setelah melewati konter bagasi untuk diberangkatkan ke Singapura. Anggota kita heran, dan berupaya untuk mencari sang pemilik koper, dan ketemu," terang Kapolda.

Saat ditanyakan, imbuh Irjen Sam, sang pemilik berinisial KL, terlihat ketakutan dan gugup sehingga menimbulkan kecurigaan dari pihak petugas pelabuhan itu.

"Anggota Polsek KKP Sekupang Aiptu Denny Aryanto, membuka koper dengan keadaan tidak di gembok. Setelah membuka kancing koper tersebut ditemukan 19 bungkus plastik beroksigen, yang berisikan sekitar 3.500 ekor benih lobster per masing masing plastik. Kemudian KL dan BB dibawa ke Kantor KKP, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kapolda.

Untuk menidaklanjuti kasus penyeludupan hewan terlarang itu, Kapolsek KKP Sekupang, langsung melimpahkan kasus tersebut ke penyidik Reskrim Polresta Barelang.

"KL dijerat dengan Pasal 88 UU RI Nomor 45, tahun 2009, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004, tentang Perikanan juncto Permen Kelautan dan Perikanan Nomor:56/Permen-KP/2016, tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran Lobster, Kepiting, serta Ranjungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Yakni dengan ancaman hukum kurungan penjara selama 6 tahun, serta di denda Rp1,5 miliar," pungkasnya.

Kepala Kantor Stasiun Ikan Batam, Ashari Syarief mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan bibit lobster itu terdiri dari 2.000 jenis mutiara, dengan harga  per ekor mencapai Rp100 ribu. Sedangkan untuk 1.500 ekor jenis pasir, harga per ekor mencapai Rp40 ribu.

"Nah, dengan demikian itu negara dirugikan sebesar Rp260 juta. Apalagi aksi penyeludupan ini diduga telah terjadi secara berulang," kata Ashari Syarief. Menurut Arief, dari hasil pemeriksaan pihak penyidik terhadap pelaku, ternyata ia merupakan seorang pemain lama, jika dilihat dari jejak paspornya yang telah sering keluar masuk Singapura.

Untuk menyelamatkan barang bukti berupa ribuan bibit lobster itu, rencananya pihak Kantor Stasiun Karantina Ikan Batam itu, akan melepaskannya kembali ke habitat asal. Sehingga, akan bisa berkembang di laut Pulau Batam. (vnr)

 

Share