Senin11202017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Disinyalir tak Kantongi Izin

Disinyalir tak Kantongi Izin

Jembatan di Depan Ruko Cemara Asri

SAGULUNG (HK) -- Pengembang (Developer) dari Perumahan Cemara Asri, Sagulung, terang-terangan melakukan perlawanan terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Bina Marga dan Camat Sagulung.
Bagaimana tidak, meski Dinas Bina Marga dan Camat setempat sudah menghentikan pembangunan jembatan yang berada di depan perumahan Ruko Cemara Asri, karena disinyalir tidak memiliki izin. Namun pihak perusahaan nekad melanjutkan pembangunan.

Padahal diketahui, pembangunan jembatan tersebut dihentikan bukan semata-mata karena tidak ada izin, tetapi keberadaannya mempersempit saluran drainase induk. Sehingga saat hujan, air meluap ke jalan raya karena drainase tak mampu menampung debit air.

Namun, pihak pengembang perumahan Cemara Asri malah ngotot ingin tetap membangun jembatan tersebut, bahkan mengklaim jika sudah mengantogi izin dari Dinas Bina Marga Kota Batam. "Semua perizinannya sudah lengkap kok dari Dina Bina Marga. Jadi tak ada masalah lagi," ujar Chris, selaku Pimpro perumahan Cemara Asri ketika dihubungi ke nomor selulernya, Selasa (12/9) siang.

Sementara itu, Camat Sagulung, Reza Khadafy saat dikonfrirmasi menegaskan bahwa pihaknya belum pernah memberikan ijin, dan juga tidak pernah melihat izin pembangunan jembatan yang dinilai menyalahi aturan karena mempersempit alur drainase.

"Mereka boleh saja mengklaim kantongi izin. Nanti kami akan tanyakan lagi ke Bina Marga. Sebab Bina Marga pasti akan mengkaji prosedur jembatan itu agar tak menyalahi aturan. Kalau memang tak ada izin jembatan itu harus dibongkar lagi," ujar Reza.

Selain karena perizinan, sambung Reza, seharusnya jembatan itu tidak perlu dibangun karena di sekitar lokasi itu sudah ada dua jembatan lain yang jaraknya sangat berdekatan. "Sudah ada dua jembatan disekitar lokasi, kok malah dibangun lagi. Seharusnya pihak perumahan memperhatikan juga dampak lingkungannya, jangan malah main bangun saja," ujar Reza lagi.

Ditempat terpisah, Yumasnur, Kepala Dinas Bina Marga kota Batam saat dikonfirmasi via telepon juga mengakui tak pernah memberikan ijin pembangunan jembatan tersebut. Dan jika memang itu menyalahi aturan akan dicek lagi serta akan dibongkar.

"Tak pernah saya berikan ijin pembangunan jembatan itu, dan tak pernah saya jumpa dengan pihak pengembang itu. Jika itu menyalahi aturan akan kita cek lagi serta akan kita bongkar. Yang jelas saya tak pernah berikan ijin untuk pembangunan. Jangan ngada-ngada mereka itu," tegasnya Yumasnur.

Hasil pantauan di lapangan, terlihat pembangunan jembatan itu sudah rampung berkisar 75 persen. Meski terlihat terang bernderang tiang fondasi beton jembatan dibangun di dalam alur drainase. "Dulu lebarnya 6 meter, sekarang hanya tinggal 4 meter," ungkap Yumasnur.

Tak itu saja, terpantau batu miring disisi kiri kanan jembatan telah dibongkar dan rencananya akan dimajukan ke bagian dalam drainase untuk fondasi jembatan. Sementara spanduk bertuliskan larangan keras agar tak dibangun sudah menghilang dari lokasi proyek. (ded)

Share