Senin11202017

Last update05:00:00 AM

Back Batam 2 Ruko Mitra Center Digerebek

2 Ruko Mitra Center Digerebek

27 Orang Diamankan

BATAM (HK)- Dua rumah toko (ruko) di komplek pertokoan Villa Mitra Center Blok C No 4, Sagulung, Batam digerebek aparat Polsek Sagulung, Selasa (12/9) dinihari. Ruko itu digerebek karena menampung anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai sales alat kesehatan.
Dari penggerebekan itu polisi mengamankan 27 orang. Rinciannya, 20 orang sebagai korban penipuan. Sementara tujuh orang lainnya diduga karyawan perusahaan. Mereka adalah satu orang sebagai koordinator lapangan dan enam orang lainnya sebagai supervisor.

Penggerebekan tersebut berawal dari laporan dari Ikatan Keluarga Besar Sumatera Selatan (IKBSS) yang curiga adanya eksploitasi anak untuk dipekerjakan sebagai sales alat kesehatan. Mendapat informasi tersebut, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto langsung melakukan penggerebekan.

"Iya benar, ada 27 diamankan dan 20 orang korban direkrut dari Palembang, dua diantaranya asal Medan. Setelah kita cek, ternyata dua orang korban, masih di bawah umur," ungkap Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban direkrut dari Palembang untuk dipekerjakan di Batam. Mereka dijanjikan mendapat gaji pokok sekitar Rp1,3 juta/bulan serta bonus-bonus lainnya. Namun tiba di Batam, mereka cuma diberi gaji berdasarkan hasil penjualan alat kesehatan itu. Jika berhasil menjual empat alat kesehatan sehari, mereka dapat bonus Rp45 ribu.

Untuk menjual alat kesehatan itu, para korban tidak diberi uang transportasi. Bahkan mereka hanya diberi makan dua kali sehari. "Ini ada unsur penelantaran juga," kata Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. "Informasinya, bos atau pemilik barang-barang ini ada di Palembang. Kita juga akan cek apakah barang yang dijual ini ada izin atau tidak," pungkasnya.

Pantauan di lokasi penggerebekan, ruko yang dijadikan tempat tinggal para korban tampak terkunci. Petrus, sekuriti komplek tersebut mengatakan, ruko tersebut sudah satu bulan dihuni oleh para korban. "Kami di sini tidak tahu juga apa kerja mereka," ujarnya.

Sementara itu salah satu korban mengatakan, mereka sudah sebulan tinggal di komplek yang digerebek polisi itu. "Baru sebulan tinggal di Batam dan tinggal di komplek perusahaan tersebut. Kami makan hanya setelah dapat bonus dari penjualan itu. Kalau tak laku jualan ya tak makan," ujarnya saat ditemui di Mapolsek Sagulung. (ded)

Share