Sabtu10212017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Warga Minta PL Dipindahkan

Warga Minta PL Dipindahkan

bengkong harapan 2Sengketa Lahan di Bengkong Harapan II

BATAM (HK) - Ketua RT 05, RW 09 Bengkong Harapan II, Muhammad Amin meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pihak yang mengalokasi lahan, agar memindahkan PL perusahaan yang mengklaim lahan yang telah di tempati warga selama puluhan tahun.

"Warga meminta agar PL yang sudah terlanjur dialokasikan ke PT Total Utama Sukses dipindahkan ke daerah lain,  warga siap menempuh prosedur sebagaimana yang dijalankan perusahaan," ungkap Muhammad Amin kepada awak media, ketika rombongan Komisi I DPRD Batam bersama BP Batam, Camat Bengkong dan Perusahan melakukan tinjauan lapangan, Rabu (13/9).

Menurutnya, ratusan Kepala Keluarga (KK) dari RT 05/RW 09 dan RT05/RW 10 Bengkong Harapan II, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong yang mendiami lahan yang diklaim oleh tiga perusahaan tersebut, siap membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sebagaimana yang dilakukan oleh perusahaan, hanya saja selama ini mereka tidak tahu prosedurnya.

Diceritakan secara singkat, telah terjadi pengalihan PL atas lahan tersebut dari PT Nusa Indah menjual lahan tersebut ke PT Batam Sentosa Permai, dan kemudian di jual kembali PT Tota Sukses Utama, tanpa diketahui oleh masyarakat, padahal mereka sudah menempati lahan tersebut sejak 1994.

"Kami menduga ketiganya PT tersebut cacat hukum, kemungkinan ada permainan mafia di belakang permasalahan ini. Kami sudah menempati sejak tahun 1994, sementara PL baru dialokasikan pada tahun 2013," ungkapnya.

Turut hadir dalam tinjauan lapangan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Batam Budi Mardiyanto bersama Wakil Ketua Komisi Harmidi Umar Husen dan Yudi Kurnain, pihak BP Batam, Camat Bengkong Yudi Atmadji, Lurah Bengkong Indah, Babinsa, Kepolisian, Satpol PP.

Kunjungan tersebut, sebagai tindak lanjut dari Rapat dengar Pendapat (RDP) pada tanggal 14 Juni 2017 di Komisi 1 DPRD Batam, karena masyarakat tidak mengakui bahwa lahan yang di klaim oleh PT. Batam Sentosa Permai lalu di jual ke PT. Total Utama Sukses yang mengaku pemilik lahan tersebut.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto menjelaskan kehadiran komisi 1 hadir ke lokasi ini dalam rangka menindaklanjuti apa yang sudah di hasilkan dalam RDP, dimana data yang terkait lokasi lahan dari masyarakat dan kecamatan berbeda.

Dalam kesempatan itu, Budi meminta agar masyarakat memberikan masukan yang riil, apa yang menjadi keinginan masyarakat, agar nanti Komisi 1 bisa menyelesaikan permasalahan dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat, namun ia mengingatkan bahwa bahwa negara kita adalah negara hukum, jadi kita jaga bersama agar tetap konduksif.

Sementara itu, Harmidi Umar Husein mengatakan bahwa kehadiran mereka ke lokasi untuk melihat langsung batas-batas lokasinya dimana saja dan ada berapa rumah di lokasi tersebut. "Harus diakui warga warga yang sudah duluan menempati lokasi tersebut, karenanya kita turun untuk membantu mencarikan solusinya," ungkap Harmidi.

Camat Bengkong, Yudi Atmaji menyarankan untuk secara teknis dari BP Batam untuk menunjukkan lokasi lahan dari titik A sampai titik F yang menjadi persoalan. "Setelah titiknya dipastikan, kita akan memediasi kembali untuk mencarikan solusi dan jalan keluar," terangnya.

Perwakilan BP Batam mengatakan bahwa menurut PL yang ada di BP Batam adalah PT Batam Sentosa Permai, sedangkan PT Tota Usaha Sukses kemungkinan ada perjanjian di luar dari kapasitas dari BP Batam. "Yang jelas data yang ada di BP Batam adalah PT Batam Sentosa Permai," ujarnya. (cw60)

 

Share