Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Batam PT NJE Siapkan Gugatan Terhadap BUBU Hang Nadim

PT NJE Siapkan Gugatan Terhadap BUBU Hang Nadim

Setelah Diputus Sepihak

BATAM (HK) - PT Nadia Jaya Express (PT NJE) tengah mempersiapkan gugatan perdata ke Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam. Langkah tersebut ditempuh, atas sejumlah kejanggalan dalam pemutusan kerjasama sepihak yang dilakukan oleh pihak BUBU Hang Nadim yang telah merugikan pihaknya.  
Rencana gugatan perdata ini disampaikan oleh Komisaris PT Nadia Jaya Express, Effendi Benny ke awak media, Rabu (13/9) setelah mengikuti persidangan kedua PT Bess Central Incurance (BCI) di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Tidak beda jauh dengan gugatan dari PT BCI, lanjut pria yang akrap disapa Benny ini, PT NJE akan menggugat Kepala Operasional BUBU Hang Nadim, Dendi Gustinandar dan Kepala Operasional Hang Nadim, Suwarso serta pihak-pihak yang punya kewenangan atas pemutusan kerjasama yang mengakibatkan kerugian pada mereka.  

"Pekan depan gugatan perdata atas nama PT NJE kami sampaikan, kami akan berjuang untuk mendapatkan hak-hak keperdataan kami," terangnya.

Menurutnya, pemutusan kontrak yang dilakukan pada tanggal 20 Juli lalu kepada PT NJE sangat tidak profesional. Pasalnya, tidak ada alasan yang jelas, terlebih lagi kontrak kerjasama berlaku hingga 31 Desember 2017.

"Ini sebuh kesewenangan, mereka (Dendi Gustinandar, red) yang menginisiasi perjanjian, tapi justeru mereka yang melanggar," terangnya.

Seperti halnya disampaikan, bahwa pertemuan perpanjangan kontrak kerjasama yang dituangkan dalam notulen pada 5 Juli lalu, diinisiasi oleh Kepala BUBU Hang Nadim Dendi Gustinandar, namun kemudian diputus sepihak setelah baru kurang lebih 20 hari berjalan kontrak.

"Yang mengisiasi perpanjangan kontrak itu kan pak Dendi, tapi pak Dendi juga yang memutus kontrak kerjasama sewa dan surat pemberitahuan pemutusan kontrak sewa yang di tanda tangani oleh pak Suwarso, sedangkan uang kontrak sewa sudah terbayar dan sudah di notulenkan," ujar Benny.

Lanjutnya, yang membuat PT NJE semakin tidak terima, pada saat pegawai-pengawainya lagi bekerja langsung di suruh keluar dan pass langsung dicabut. "Security yang menyuruh keluar dan mencabut pass itu bilang atas suruhan pak Dendi," kata Beni.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BUBU Hang Nadim Batam, Dendi Gustinandar mengaku tidak ingin menanggapi banyak atas rencana gugatan yang diajukan oleh PT NJE, karena menurutnya persoalan tersebut sudah masuk ke ranah hukum dan itu sudah diserahkan ke bagian hukum mereka.

"Saya tidak ingin masuk jauh karena ini ranahnya hukum, silahkan tanya ke penasehat hukum kami. Yang pasti kita persilahkan saja mereka mengajukan gugatan," ungkap Dendi melalui telepon selulernya.

Sebagaimana diketahui bersama, saat ini pihak BUBU dan BP Batam Hang Nadim juga digugat perdata oleh PT Bess Central Insurance di Pengadilan Negeri (PN) Batam, masing-masing sebagai tergugat 1 dan tergugat 2, karena kasus serupa.

Saat ini telah memasuki sidang kedua, Rabu (13/9), namun sidang hanya dibuka sebentar kemudian ditunda kembali karena belum lengkapnya surat kuasa dari pihak BUBU dan BP Bandara Hang Nadim. (ays)

Share