Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Kurir 629 Gram Sabu Ditangkap di Pelabuhan Rakyat

Kurir 629 Gram Sabu Ditangkap di Pelabuhan Rakyat

ekspos sabuSteve Bandar Sabu Malaysia Antar Narkoba ke Batam

BATAM (HK) - Agus Yulianto bin Cipto Maryono, alias Agus (28), seorang kurir barang haram narkotika jenis sabu, berhasil di bekuk Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Berelang, disebuah pelabuhan rakyat, di Kecamatan Sekupang, Senin (11/9) siang, sekitar pukul 15.30 WIB.

Selain mengamankan tersangka Agus, polisi juga mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 629 gram yang dibungkus dalam kemasan teh China merk Guan Yin Wang, 1 buah tas warna hitam, 5 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu, 2 buah handphone, 1 buah kartu ATM dan identitas KTP.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki Sik MH, didampingi Kasat Narkoba, Kompol Arwin Wientama, serta Kanit II Iptu Satria mengatakan, penangkapan dan pengungkapan tersebut setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

"Awalnya tim Satres Narkoba mendapat informasi dari masyarakat, kemudian kita kembangkan. Setelah kita melakukan pengintaian dan penyidikan ternyata benar. Lalu, kami tangkap tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu, di sebuah pelabuhan rakyat di Kecamatan Sekupang," sebut Kombes Hengki, Rabu (13/9) siang, saat ekspos di Mapolresta Barelang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, jelas Hengki, pelaku mengaku barang haram itu diterimanya dari seorang bandar narkotika dari Negara Malaysia, bernama Steve (DPO), yang sudah menunggu Agus di pelabuhan rakyat tersebut.

"Sabu ini di bawa lansung oleh seorang bandar narkoba dari Negara Malaysia bernama Steve ke Batam. Kemudian kurir Agus dihubungi oleh Steve melalui telepon, agar menjemput sabu di pelabuhan rakyat kawasan Sekupang, untuk dikirimkan ke Pekanbaru, dengan menggunakan nomor seluler ataupun kode wilayah Negara Malaysia," jelas Kombes Hengki.

Berdasarkan pengakuan tersangka Agus, imbuh Hengki, barang haram berupa sabu seberat 629 gram, diterimannya lansung dari tangan Steve tersebut yang datang lansung dari Malaysia, melalui pelabuhan rakyat itu.

"Namun berdasarkan barang bukti yang sudah disita tersebut, sepertinya sabu yang diseludupkan ke Batam ini telah dibagi menjadi 2 bagian. Sebab, bungkus tenhya sudah terbuka sebelum diserahkan ke tangan Agus, yang hanya tinggal separohnya. Berarti, separohnya telah lolos entah kemana," papar Kapolresta.

Nah, imbuh Hengki, berdasarkan pengungkapkan ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap siapa itu Bandar Narkoba Steve (DPO), dan kepada siapa penerima yang di Pekanbaru.

"Kita masih melakukan pengembangan dan pengecekan pembicaraan di nomor seluler Agus, dengan bandar narkoba di Malaysia maupun dengan si penerima di Pekanbaru. Saat ini masih kita lacak dan dalami agar bisa mengungkapnya," imbuh Hengki lagi.

Untuk mepertanggungjawabkan perbuatan tersangka, pungkas Kapolresta ini, Agus akan di jerat dengan Pasal 112, Ayat 2 juncto Pasal 114 Ayat 2 KUHP, UU RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman paling singkat 5 tahun, paling lama seumur hidup, atau hukuman mati. (vnr).

 

Share