Senin11202017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Terancam 9 Tahun Penjara

Terancam 9 Tahun Penjara

ekspos lakalantasTersangka Tabrak Lari dengan Korban Tewas di Tempat

BATAM (HK) - Zulkarnain Siregar (29), tersangka pengemudi tabrakan maut, terancam dengan hukuman 9 tahun kurungan penjara, atas kasus kecelakaan Lalu lintas di Jalan Raya Batuampar, yang terjadi Rabu (30/8) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB, di Jalan Duyung Batuampar.

Pasalnya, tersangka Zulkarnain sebagai supir Truk Mitsubishi Puso dengan BP 9214 VE tersebut, menabrak seorang pengendara sepeda motor hingga tewas ditempat saat melintas dijalurnya. Namun bukannya meolong korban, tersangka malah tancap gas dan kabur untuk menghilangkan jejak.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, didampingi Kasat Lantas Kompol Bayu Pati mengatakan, kejadian tersebut terjadi Rabu (30/8) dini hari, ketika kondisi jalanan itu sedang sepi. Sehingga tersangka tidak ambil peduli, dan tancap gas untuk melarikan diri, maupun bersembunyi.

"Korban ialah Putra Marzuki Siregar, yang mengendarai sepeda motor Honda Verza BP 3385 JP, berada di jalur yang benar. Namun ditabrak oleh tersangka dari depan, yang melaju dari arah yang berlawanan, sehingga tewas ditempat," kata Kombes Hengki, Rabu (13/9), saat ekspos di Mapolresta Barelang.

Untungnya, terang Kapolresta, peristiwa tersebut terekam CCTv sekitar lokasi, sehingga pihak kepolisian dapat melacak kendaraan pelaku tersebut, yakni itu berupa truk Mitsubishi Puso dengan BP 9214 VE, milik PT Damara.

"Nah, berkat adanya CCTv di sekitar lokasi, sehingga Unit Laka Lantas dapat melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku. Alhasil, pengemudi bisa kita diamankan di rumanya beserta truk yang ia kendarai," ungkap Hengki.

Terkait kesalahan dan tindakan kabur yang telah dilakukan Zulkarnain tersebut, pihak kepolisian menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 310 tentang tabrakan hingga korban tewas, juntho Pasal 312, tentang tabrak lari.

"Tersangka Zulkarnain ini, terancam selama 9 tahun kurungan penjara. Yaitu berdasarkan Pasal 310, tentang tabrakan lalulintas yang menyebabkan korban tewas dengan hukuman 6 tahun, dan juntho dengan Pasal 312, tentang pelaku tabrak lari," papar Kapolresta Barelang.

Hengki juga menyayangkan terjadinya tabrak lari seperti itu, karena tidak mau bertanggungjawab atas hal keslahan yang dilakukan tersangka, hingga korban tewas di tempat.

"Kesalahan tersangka Zulkarnain ini berlapis. Pertama, ia telah menyalahi aturan berlalulintas dengan melawan arus. Kedua, tersangka juga malah kabur setelah menabrak, serta tidak betanggungjawab. Dari itu, hukumannya tentu berbeda," ungkap Hengki.

Kapolresta Barelang ini juga mengimbau kepada masyarakat Batam, jika terjadi kecelakaan di jalan raya jangan takut, karena proses kecelakaan bukan seperti tindak pidana kriminalitas umum lainnya. (vnr)

 

Share