Sabtu10212017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Tanker Indonesia Tabrak Kapal Keruk di Singapura

Tanker Indonesia Tabrak Kapal Keruk di Singapura

kapal tanker dengan kapal keruk tabrakan di perairan singapuraLima ABK Hilang, DLH Batam Ambil Sampel Air Laut

BATAM (HK)- Kecelakaan laut kembali terjadi di Perairan Singapura. Kapal tanker MV Kartika Segara berbendera Indonesia tabrakan dengan kapal Keruk JBB De Rong 19 berbendera Republik Dominika, Rabu (13/9) dinihari sekitar pukul 00.50 WIB.

Insiden ini menyebabkan kapal JBB De Rong terbalik dan lima dari 12 krunya hilang. Kelima ABK itu, empat diantaranya warga negara Cina dan satu ABK lainnya berasal dari Malaysia. Sementara tujuh warga Tiongkok lainnya telah diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, 26 awak kapal asal Indonesia yang berada di kapal tanker tersebut dilaporkan tak terluka dan telah dievakuasi ke Singapura. "Kapal keruk itu terbalik dan sebagian terendam, sementara kapal tanker tersebut rusak di satu sisi," kata Otoritas Pelabuhan Maritim Singapura dalam sebuah pernyataan.

Otoritas itu mengatakan tabrakan itu terjadi sekitar 1,7 mil laut barat daya Sisters' Island. Kapal keruk itu tengah transit di jalur barat, sementara kapal tanker Indonesia meninggalkan Singapura menuju jalur timur.

Menurut situs navigasi kelautan Vessel Finder, Kartika Segara adalah kapal tanker pembawa produk-produk minyak yang dibangun pada tahun 1998. Vessel Finder mencatat, saat insiden terjadi Kartika Segara hendak menuju Baubau, Sulawesi Tenggara. Tidak diketahui muatan di dalamnya. Kapal ini memiliki panjang hingga 173 meter dan lambung 31 meter. Berat kotor tanker ini mencapai 22.809 ton.

Sejauh ini pihak berwenang sudah melakukan operasi penyelamatan dan telah mengerahkan kapal pencari dan helikopter. Kapal keruk yang terbalik telah ditarik dengan dua kapal tongkang ke wilayah dekat Pulau Senang.

Duta Besar RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengatakan tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan datang untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Upaya pencarian korban juga telah dilakukan tim SAR Gabungan dari TNI AL dan lainnya. Tak hanya itu, Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakamla) langsung mengerahkan kapal KN Belut laut 4806 untuk membantu melakukan proses pencarian terhadap 5 orang ABK yang hilang dan saat ini belum berhasil ditemukan.

Sementara di sisi lain, untuk menanggulangi adanya pencemaran laut akibat tabrakan itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam juga telah turun ke lokasi untuk mengambil sampel air laut guna memeriksa ke laboratorium apakah tercemar minyak atau tidak.

Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin, Komandan KN Belut Laut 4806 mengatakan, jika dirinya beserta anak buahnya mendapat perintah dari Bakamla pusat untuk turun melakukan pencarian serta penyisiran, namun hanya di Perairan Indonesia saja.

Karena pihak Singapura tak ada memerintahkan untuk meminta bantuan melakukan pencarian ABK yang hilang tersebut sehingga pihaknya hanya melakukan patroli saja. Tapi apabila ada jenazah kita lihat akan dibantu.

"Tak ada arahan dari pihak Singapura untuk minta bantuan. Makanya diperintahkan dari pusat hanya di perairan kita saja. Dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam juga ikut turun ke lokasi untuk mengambil sampel air luar apakah ada tercemar minyak atau yang lainnya," kata Hadi di dalam kapal saat ikut melakukan penyisiran di Perairan Indonesia.

Kecelakaan kapal tanker dan keruk itu terjadi kurang dari satu bulan setelah kapal destroyer AS dan sebuah kapal tanker minyak bertabrakan di dekat Singapura yang menyebabkan 10 awak kapal AS tewas. (ded)

 

Share