Sabtu10212017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Kolaborasi Tiga Negara

Kolaborasi Tiga Negara

Film Honor Hantu Sei Ladi Tayang 12 Oktober

BATAM (HK) - 'Hantui Sei Ladi, film honor yang diangkat dari cerita masyarakat Batam tentang isu mistik di Sungai Ladi (Sei Ladi), jembatan penghubung antara Batam Centre dengan Sekupang ini, resmi dilaunching dan diperkenalkan ke masyarakat luas melalui nonton bareng (Nobar) di Blitz Kepri Mal, Rabu (11/10) siang.
Film garapan anak Batam, Ibonk Hermawan, menjadi film persahabatan antara tiga negara, karena melibatkan langsung tiga negara sebagai aktor, yakni Singapura, Malaysia dan Indonesia sendiri yang diwakili oleh anak-anak Batam.

"Kami senang bisa bekerjasama dengan teman-teman di Batam, acting teman-teman luar biase, mudah-mudah ini terus diasah agar betul-betul menjadi pemain yang hebat," ugkap Rosalina Musa, aktor utama yang akrap disapa Kak Ros ini kepada awak media.

Lebih jauh disampaikan Kak Ros, selama pembuatan film ini dia dapat bekerjasama dengan baik dengan pemain-pemain dari Batam. Apalagi menurutnya antara Batam dengan Singapura dan Malaysia hanya dipisahkan laut sebagai batas negara.

Selain dilaunching, film hasil produksi Hang Sinema Langit ini, juga langsung ditonton secara bersama-sama oleh pemerhati film di Batam, diantaranya hadir Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura, Anggota Komisi II DPRD Batam Mulia Rindo Purba, Ketua Persatuan Isteri Dewan (Piswan) Kota Batam Sandra, Kasi Ekonomi Kreatis berbasi media, desain dan Iptek Disbudpar Batam Siti Aisyah dan lainnya.

Sesuai dengan jadwal yang sudah disusun, ujar Ibonk Hermawan, film tersebut akan ditayang secara serentak pada Kamis (12/10) di kurang lebih 40 bioskop di seluruh Indonesia.

Dijelaskan, bahwa film tersebut jauh dari kesempurnaan, namun demikian mereka memberanikan diri memulai karena ia melihat banyak potensi yang dimiliki oleh anak-anak Batam. "Jauh dari sempurna, kami memberanikan diri memulai," ungkap Ibonk.

Ketua Piswan Batam, Sandra yang ikut menyaksikan pemutaran perdana mengaku banggga karena film tersebut bisa tayang di berbagai bioskop di Indonesia. "Ini menjadi kebanggaan kita, film anak Batam bisa tayang di berbagai bioskop di Indonesia," terangnya.

Menurutnya, ia menangkap adanya pesan moral yang cukup tinggi, dimana keluarga harus menyangi anggota keluarganya tanpa melihat secara fisik. Seperti halnya yang digambarkan dari peran Viola yang di "benci" bapaknya karena mengalami autis dan akhirnya hilang di Sei Ladi. (ays)

Share