Selasa07252017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Batu Koral Berserakan di Ruas Jalan

Batu Koral Berserakan di Ruas Jalan

BATAM CENTRE--Bahan material bangunan berupa batu koral, pasir yang diangkut truk-truk ke tempat kegiatan proyek banyak berjatuhan di jalan-jalan. Batu dan pasir itu selain mengotori jalan juga membahayakan pengguna jalan. Seperti yang terjadi di sejumlah titik di sepanjang jalan Batuampar menuju Seraya.

“Pokoknya serba salah. Kalau lagi hujan jalan jadi licin dan kalau terang atau panas, jalan jadi berdebu. Yang jelas semuanya mengundang resiko dalam berkendaraan, terutama yang menggunakan sepeda  motor. Kita ini sekarang kena getah aja. Karena kita tidak tahu harus mengadu dan melapor kemana kondisi jalan yang kotor tersebut,” papar Udin, warga Bengkong Garama, kemarin.

Dia mengatakan truk-truk itu beroperasi siang malam tidak kenal waktu. Sebagian tanah yang dibawa seringkali jatuh berceceran mengotori jalan lingkungan. Yang paling mencolok adalah pengotoran jalan di depan Bintan Industri, Batuampar hingga menuju ke Seraya.

Dia mengaku kalau hujan jalan jadi sangat licin sehingga sering menimbulkan kemacetan. Sedangkan pada musim kemarau debu yang dihasilkan membuat sesak napas dan mengotori lingkungan.

Hal yang sama disampaikan Firdaus, warga Batuampar. Dia mengaku bingung tidak adanya tindakan dari pemerintah atas kejadian tersebut. "Seharusnya mereka tidak boleh beroperasi siang atau malam sehinga mengganggu aktifitas warga. Ceceran kerikil itu membuat tak nyaman bahkan membahayakan pengendara kendaraan bermotor dan warga,"katanya.

Sebagai orang awam, Firdaus mengaku tak tahu harus mengadu ke mana akibat   ceceran tanah merah yang mengotori jalan itu. Namun dia berharap agar dinas terkait  segera memberikan tindakan tegas terhadap pengusaha pengangkut kerikil dan pasir tersebut.

Menanggapi keluhan dan keresahan pengendara kendaraan dan warga ini, Asisten II Pemko Batam, Syamsul Bahrum sebelumnya mengatakan truk yang membawa tanah dengan bak terbuka itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Perhubungan, Perda Kebersihan dan Perda Ketertiban Umum.

Seharusnya kata Syamsul setiap lori pengangkut tanah atau kerikil, wajib menggunakan bak penutup agar muatannya tidak tumpah ke jalan. Bahkan, ban mobil dan seluruh sisi bak truk pengangkut tersebut harus dibersihkan sebelum meluncur ke jalan raya.

"Aturan itu sudah ada dituangkan di Perda. Selama ini, mayoritas lori pengangkut tanah melanggar ketentuan. Itulah yang membuat jalan penuh debu dan masalah bagi pengendara sepeda motor lainnya," ujarnya. (sm/li)

Share