Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Batam BPJS Batam Target Semua Warga Jadi Peserta

BPJS Batam Target Semua Warga Jadi Peserta

wacanakan pemerataanBPJS Kesehatan Gelar Media Gathering

BATAM (HK) - Untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat Batam menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga ke seluruh pelosok desa, dan pulau pulau, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kesehatan Cabang Batam mewacanakan semua masyarakat jadi peserta dengan membuat terobosan baru, dan program.

Demikian diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Zoni Anwar Tanjung saat menggelar "Media Gathering BPJS" bersama sejumlah wartawan cetak, elektronik, online, dan radio, Selasa (14/11) pagi, di Aula Kantor BPJS Kesehatan, Batam Centre.

"Berdasarkan jumlah penduduk yang kami dapatkan dari Dinas Kependudukan Kota Batam, dan Kabupaten Karimun, terdapat 1.295.210 yang telah terdaftar di Disdukcapail itu. Diantaranya ada, 1.055.040 penduduk Batam dan 240.170
penduduk Karimun," kata Zoni Anwar Tanjung.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam itu juga dihadiri Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik, Irfan Rachmadi, Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan, Rahim Irham dan Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, dr Retri Flori, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan, Robert Simatupang, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Maucensia Nababan, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Asha Briyanti.

"Hingga 1 Novemver 2017, total cakupan peserta BPJS di Batam dan Karimun telah mencapai sebanyak 983.015 peserta. Diantaranya 858.869 peserta dari Batam ataupun setara 81 persen jumlah penduduk, dan 124.155 orang peserta dari Karimun, atau setara 52 persen," terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam ini.

Artinya, imbuh Zoni Anwar Tanjung, untuk Batam penduduk yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan itu sebanyak 196.171 peserta dan setara dengan 18 persen dari total penduduk Batam.

"Masyarakat Kabupaten Karimun ada 116.015 yang sudah menjadi peserta atau setara 52 persen dari total penduduknya yang sudah terdaftar menjadi BPJS Kesehatan mandiri dan BPJS Kesehatan usaha," imbuhnya.

Secara khusus Zoni Anwar ini berharap, informasi capaian program JKN-KIS yang disampaikan kepada awak media akan dapat bermanfaat, terutama bagi masyarakat luas. "Sehingga dengan pemberitaan di media masa ini dapat disadari oleh seluruh lapisan masyarakat, untuk bisa memahami pentingnya menjadi perserta BPJS Kesehatan ini," ungkap Kepala BPJS Batam ini.

"Semoga komunikasi yang terjalin dan silaturrahmi, dapat memberikan manfaat buat masyarakat, peserta JKN-KIS dan Pemerintah Daerah Kota Batam, serta Pemerintah Kabupaten Karimun," pungkasnya.

Kabid Humas, Irfan Rachmadi, serta Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan, Robert Simatupang, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, Maucensia Nababan, dan Kabid Penjaminan Manfaat Primer Asha Briyanti menambahkan, ada nya sosialisasi yang akurat melalui media gathering dan bersinergi dengan awak media tentu menjadi penyalur informasi kepada masyarakat luas.

"Kegiatan ini kami laksanakan lantaran kurangnya sosialisasi. Makanya, kami jadikan media sebagai penyampai informasi dalam kegiatan dan program JKN KIS ini, agar pesan pemerintah kepada masyarakat kita akan sampai seperti adanya," tambah Irfan Rachmadi.

Selain itu, ungkap  Robert Simatupang, dalam pertemuan kali ini juga sekaligus memperkenalkan struktur organisasi baru pada BPJS Kesehatan Batam yang baru, serta sekaligus untuk memperkenalkan aplikasi mobile yang digencarkan.

"Kami juga memperkenalkan aplikasi mobile berupa android agar memudahkan konsumen dalam mendapatkan informasi layanan JKN-KIS. Sehingga, peserta dapat mengaksesnya kapan pun dan dimana saja," papar Robert Simatupang.

Sementara, Kabid Penagihan dan Keuangan, Rahim Irham, Kabid Penjaminan Manfaat dan Rujukan dr Retri Flori mengungkapkan, untuk tunggakan bayaran BPJS Kesehatan mandiri dan tunggakan dari badan usaha dasti tahun 2015, 2016, dan 2017, sudah mencapai Rp200 miliar lebih.

"Untuk tunggakan pembayaran dari BPJS Kesehatan mandiri, telah menunggak Rp 47,9 miliar lebih. Sedangkan dari badan usaha tentu lebih besar lagi. Kalau saja, 40 persen dari tunggakan ini dapat terbayarkan, semua masyarakat tentu akan terjamin kesehatannya dengan maksimal," ungkap Rahim Irham. (vnr).

 

Share