Rabu05242017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Sering Terjadi Kecelakaan Jalan Rusak di Simpang Tiga Melcem

Sering Terjadi Kecelakaan Jalan Rusak di Simpang Tiga Melcem

MELCEM - Keberadaaan jalan rusak di simpang tiga Melcem, atau tepatnya di depan PR Bredero Lama belum diperbaiki dan masih menjadi masalah tersendiri bagi pengguna jalan. Meski sering terjadi kecelakaan akibat banyaknya lubang-lubang yang setiap saat dapat membahayakan para pengguna jalan tapi belum mendapat respon dari pemerintah.

Pantauan  di lapangan di simpang itu terlihat sejumlah lubang besar menganga di badan jalan. Lubang-lubang tersebut besarnya lebih kurang berdiameter satu hingga 1,5 meter. Sedangkan  dalamnya lebih kurang mencapai satu jengkal sampai 1,5 jengkal tangan manusia. Ada yang lebih memprihatinkan lagi, tak jauh dari tempat itu di median jalan yang merupakan lintasan gorong-gorong  saluran air  terlihat menganga hampir memakan badan jalan di tempat itu. Sehingga, jika ada kendaraan  yang melintas ke tengah  median jalan akan terperosok ke saluran air yang dalamnya mencapai satu meter.

" Ini sangat mengganggu kita, sudah banyak yang celaka. Tetangga saya juga pernah jatuh akibat menghindari jalan rusak tersebut, dan ada mobil yang datang dari arah belakang dan menabraknya, untungnya dia tidak parah," kata Kadir, warga Sengkuang.

Kadir memperkirakan, rusaknya jalan  itu akibat genangan air yang mengakibatkan banjir saat hujan turun. "Memang kalau musim penghujan  maka akan banjir, bahkan membuat warga tidak bisa melintas karena air yang dalam. Mungkin karena terus-menerus tergenang air, aspalnya rusak dan berlubang," katanya.

Hal yang sama di ungkapnya Samad, warga  Batumerah. Dia  merasa tidak nyaman setiap kali melewati jalan. Saat hendak ke Jodoh harus berhati-hati ketika melewati jalan  tersebut. "Pernah saya menabrak lubang tersebut, sehingga  pengangan stir pada stang motor menjadi tidak seimbang, akibatnya oleng kekiri dan jatuh. Untungnya sepi, kalau lalu lintas ramai dan ada mobil yang melaju kencang dari arah belakang maka saya akan tergilas," kata Samad menceritakan kejadian yang pernah dialaminya.

Kasubbag Humas OB, Dendi Gustinandar mengatakan, pihaknya kadang luput dari pantauan-pantauan jalan rusak seperti itu. Ia berharap warga  yang melihat adanya kerusakan seperti itu segera diberitahukan.

Pemberitahauan itu bisa saja melalui media, radio atau langsung ke Kantor OB. Sebab, kerusakan seperti itu tidak bisa dibiarkan karena menyangkut keamanan  manusia. "Kita punya tim yang akan turun ke sana.  Jalan yang rusak itu segera ditambal sulam. Tak bisa dibiarkan lama-lama seperti itu," ujarnya belum lama ini.

OB sendiri, katanya, selalu menyediakan aspal khusus untuk jalan tambal sulam. Sehingga, ketika jalan mulai rusak langsung diperbaiki. "Ini sifatnya fleksibel yakni Kalau ada kerusakan, langsung turun ke lapangan dan diperbaiki. Makanya, kalau ada jalan berlubang segera diberitahukan," harapnya.(sm/ms)

Share