Minggu02252018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Puskesmas Tanjung Uncang Mulai Beroperasi

Puskesmas Tanjung Uncang Mulai Beroperasi

images/stories/Berita/2018/Februari/13Februari18/09 - 13 februari 18 puskesmas tanjung uncang.jpgBATUAJI (HK) -- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibangun Pemerintah kota (Pemko) Batam ditengah-tengah masyarakat kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji mulai dioperasikan, Senin (12/2) pagi.

Tampak hadir di hari pertama pengoperasian Puskesmas ini, Kepala UPT Puskemas Batuaji dan Sagulung. Selain itu juga, warga yang tinggal disana menyambut baik dan langsung berdatangan untuk berobat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam, Didi Kusmarjadi membenarkan jika puskesmas tersebut sudah bisa dioperasikan. Dan nantinya ada sekitat 30 orang tenaga medis disiagakan, akan di roling dari petugas Puskesmas Batuaji dan Sagulung.

"Mulai hari ini dioperasikan. Untuk tenaga medisnya ada sebanyak 30 orang, yang akan diroling dari petugas Puskesmas Batuaji dan Sagulung sekitarnya," ujarnya Didi kepada Haluan Kepri di lokasi.

Dia juga mengatakan, untuk saat ini pihaknya juga masih mempersiapkan perlengkapan dan petugas medis untuk ditempatkan di Puskesmas tersebut. Namun tahap awal, puskesmas ini ditangani petugas medis dari Puskesmas terdekat lainnya dan untuk petugas medis tetap belum bisa ditentukan.

"Yang penting beroperasi dulu. Petugas tetapnya akan segera kami pikirkan nanti," ujar Didi lagi.

Masih kata dia lagi, jika masih ada kekurangan baik itu obat-obatan dan perlengkapan medis, maka pihaknya akan meminjam perlengkapan medis di Puskesmas-Puskesmas lain serta dari rumah sakit umum. Bahkan nantinya Puskesmas ini akan dijaga Satpol PP Batam.

"Belum komplitlah semuanya. Makanya untuk permulaan ini belum bisa terima pasien rawat inap yang buka baru poli umum. Nanti kalau petugas dan peralatan sudah lengkap semua baru bisa terima pasien rawat inap," ujar Didi.

Nasrun, salah satu warga yang tinggal di dekat Puskesmas menyambut baik karena sudah dekat dan tak perlu lagi berobat jauh-jauh. Namun mereka berharap agar seluruh perlengkapan medis dilengkapi.

"Sekarang tak perlu lagi jauh-jauh untuk berobat. Disini sudah bisa. Tapi harapkan agar perlengkapan medis dilengkapi semua," kata Nasrun penghuni Rusunawa Pemko Batam di Tanjung Uncang.

Seperti diketahui pertengahan tahun 2017 lalu, Pemko Batam mengucurkan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk membangun Puskesmas tersebut. Gedung Puskesmas tersebut dibangun oleh PT Putera Lingga selaku pihak kontraktor dan akhir tahun 2017 sudah rampung.

 

Pemborong Datangi Puskemas
Bertempatan dengan hari pengoperasian, sejumlah pemborong yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, mendatangi Puskesmas tersebut, Senin (12/2) pagi. Mereka datang menemui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam guna mempertanyakan penyelesaian hak-hak mereka.

Dimana selama ini pihak kontraktor CV Putra Lingga, selaku pemenang tender belum menyelesaikan kewajibannya kepada sejumlah pemborong, meski sudah sering kali berjanji.

Dilokasi, Thomson Sitorus, salah satu pemborong mengakui jika haknya belum dilunasi pihak kontraktor CV Putra Lingga sampai saat ini. Ia menyebutkan ada kurang lebih Rp20 juta sisa uang mereka yang belum dibayarkan. Dimana sebelumnya ia bekerja sebagai tukang pasang AC di puskesmas itu.

"Sampai saat ini gaji kami belum dibayarkan pihak kontraktor tersebut. Sampai ada sebanyak kurang lebih Rp20 jutaan. Pihaknya selalu janji-janji saja. Ketika ditelepon maupun dikirim pesan, tak digubris pihak kontraktornya itu," ujarnya di Puskesmas.

Dikatakan dia lagi, seharusnya kepala dinas yang mendesak pihak kontraktor agar segera dibayarkan. Sebab pihak Dinas Kesehatan selaku pemberi mandat proyek kepada kontraktornya, kemudian berlanjut kepada pemborong.

"Tak bisa gitu dong. Sebab pihak dinas kesehatan yang pemberi mandat kepada pihak kontraktornya. Harusnya pihak dinas yang mendesak pihak kontraktornya agar segera melunasi kewajibannya. Masa sudah dioperasikan puskesmas ini, sementara gaji belum dibayarkan. Ada apa ini, jadi apa lagi buat untuk kebutuhan rumah tangga kami," tegasnya.

Selain itu Thomson, tampaknya juga hadir pemborong lainnya ke puskesmas Tanjung Uncang. Disana ia juga mengeluhkan jika gajinya mereka belum dilunasi hingga sebanyak Rp30 jutaan.

"Kalo sama saya ada sebanyak Rp 30 jutaan belum dibayarkan. Dan selalu berjanji saja untuk membayarkan, tapi sampai sekarang ini juga belum sama sekali," ujarnya pria paruhbaya yang enggan namanya dikorankan.

Ketika ditanyakan terkait pelunasan gaji pekerja puskesmas tersebut, Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Batam mengatakan, untuk pelunasan gaji pekerja tersebut tak ada lagi urusannya dengan Dinas Kesehatan.  

Pasalnya, semua yang berkaitan tender sudah diserahkan kepada kontraktor CV Putra Lingga. Bahkan sesuai DAK sudah diserahkan sama kontraktor tersebut. "Tak ada lagi hubungannya sama kita (Dinkes, red). Semua sudah kita serahkan ke kontraktornya," ujar Didi singkat. (ded)

Share