Minggu05202018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Target Nilai USBN Lebih Baik

Target Nilai USBN Lebih Baik

Persiapan USBN di SDN 005 Batam Kota

BATAM (HK) - Kepala Sekolah SDN 005 Batam Kota Ismarak SPd, menargrtan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) lebih lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Kata dia, target tersebut bisa tercapai, karena persiapan dilakukan guru di sekolah cukup bagus, kendati sekolahnya tidak memberlakukan pemantapan.
"Kita hanya menambah jam pelajaran saja untuk membahas soal-soal USBN sesuai kisi-kisi SKL. Malah guru juga pernah mengikuti bedah SKL USBN di kelompok kerja guru tingkat kecamatan yang diadakan pihak Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)," ujar Ismarak kepada Haluan Kepri, Selasa (13/2).

Menurut Ismarak, pada USBN tahun ini  ada tiga mata pelajaran yang bakal diujikan, takni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika. Ketiga pelajaran tersebut telah dilakukan  pre test dan post test terhadap kemampuan siswa guna mengevaluasi kemampuan siswa sejauh mana mengusai materi yang dikuasainya, sebelum dilakukan penambahan jam belajar. Dari hasil pre test ini, guru lebih memfokuskan lagi pada mapel yang masih kurang dikuasi para siswa," katanya.

Dikatakannya, penambahan jam pelajaran ini dilakukan guru secara sukarela tidak dikenakan biaya kepada siswa. "Para guru kelas VI ini sukarela mereka memberikan jam tambahan kepada siswa. Malah mereka mencari soal dari berbagai referensi segala. Karena target mereka ingin meraih nilai terbaik, minimal bisa meningkat dari tahun sebelumnya," jelas Ismarak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, pada 2018 semua sekolah jenjang SD hingga SMA dan yang sederajat akan diberlakukan USBN. Ujian tersebut mengujikan semua mata pelajaran.  Kecuali SD hanya tiga mata pelajaran saja., yakni, bahasa Indonesia, matematika, dan IPA.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, pelaksanaan USBN dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Porsi soal ujiannya, 25 persen disiapkan pihak Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Sisanya, atau 75 - 80 persen disiapkan para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Kemudian, lanjutnya, penyelenggara USBN diberi kebebasan dalam menentukan bentuk soal ujian. Dapat berupa ujian berbasis kertas atau komputer. Jika berbasis komputer, tiap satuan pendidikan memiliki kewenangan dalam penggunaan aplikasinya. "Jadi, tidak memakai aplikasi UNBK dari Puspendik," kata Bambang. (men)

Share