Minggu02252018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Lagi, Orang Tua Kandung Siksa Anaknya

Lagi, Orang Tua Kandung Siksa Anaknya

images/stories/Berita/2018/Februari/14Februari18/09 - 14 februari 18 lagi orang tua siksa anaknya.jpgTubuh Membiru dan Nyaris Meregang Nyawa

BATAM(HK) - Tragis dan memprihatinkan, tubuh seorang bocah bernama Josua (7) membiru di bagian pinggul, setelah mendapatkan  penyiksaan dari orang tua kandungnya, Johanes Siregar Sormin (53). Bahkan bocah yang tinggal di Tanjung Kelingking, Rempang Cate, Galang ini nyaris merenggang nyawa.

Beruntung, bocah ingusan ini diselamatkan warga dengan dibawa ke rumah seorang bernama Pendi (44) di Tembesi Buton, RT 01/RW 01, Kelurahan Kibing, Batuaji untuk dirawat.

Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati mengatakan, awalnya Josua dilaporkan hilang sejak tanggal 30 Desember 2017 lalu, namun bukan dilaporkan oleh orang tuanya. Belum lagi tidak ada upaya orang tuanya melakukan pencarian anaknya.

Atas isiatif warga, pada tanggal 2 Januari 2018 masyarakat mendatangi Mapolsek melaporkan informasi kehilangan tersebut, agar Josua bisa segera ditemukan.  

"Awalnya kami mengira korban sudah meninggal, karena informasi dari warga melihat korban sering dianiaya bapaknya. Begitu mendapat laporan, kita dibantu Unit Buser Satreskrim Polresta Barelang langsung melakukan pencarian jenazahnya," ungkap Heri, Selasa (13/2).

Dijelaskan, pencarian selama tiga hari berturut-turut dilakukan ke hutan di sekitar lokasi. Sebab, pihaknya menduga bahwa pelaku sudah membunuh anaknya dan menguburkan atau membuangnya. Namun, kata Heri, barulah tanggal 7 Februari ini kita mendapat informasi kalau korban tinggal di Tembesi untuk diobati oleh Pendi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, kata Heri, korban ternyata diselamatkan oleh dua orang warga, Gabe dan Sihombing yang sejak awal sudah dimintai keterangan pihaknya. Namun mereka tidak mau mengaku kalau sudah menyembunyikannya.

"Sekarang tiga orang yang diamankan, pelaku dan dua orang warga yang menyelamatkan. Dua warga ini ditahan karena memberikan keterangan palsu sebelum korban ditemukan. Bahkan hingga ditemukan mereka tidak mengaku. Setelah dipertemukan dengan anak itu mereka baru mengakui," lanjutnya.

Meskipun niatnya baik, namun Gabe dan Sihombing terpaksa ditahan dengan tuduhan dugaan penculikan. "Mereka menutupinya sejak awal penyelidikan. Alasan mereka tidak mau mengatakan karena takut pada pelaku. Kalau mereka dari awal mengatakan pada kami, tentu tidak akan berlarut seperti ini," jelasnya.

Sejauh ini, Josua masih bersama Pendi, orangtua angkat yang mengasuh dan mengobati lukanya.

"Saat diantar ke rumah Pendi, kondisi korban sangat tragis, seluruh wajahnya lebam ditambah luka terkena seng pada pipi kiri. Sementara pantatnya dipenuhi memar bekas pukulan kayu. Sekarang kondisinya mulai membaik," pungkas Heri. (put)

 

Share