Minggu02252018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Korban Tabrakan Seraya Akhirnya Meninggal

Korban Tabrakan Seraya Akhirnya Meninggal

images/stories/Berita/2018/Februari/14Februari18/09 - 14 februari 18 korban tabrak seraya.jpgAchmad Alizar Dipulangkan ke Lampung

BATAM (HK) - Achmad Alizar (25), korban tabrakan di Lampu Merah Simpang Seraya di depan Hotel Evitel, akhirnya meninggal dunia, Senin (12/2) sekitar pukul 17.15 WIB, di Ruangan ICU, Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Seraya.

Korban Lakalantas yang juga diketahui bekerja di RSBK tersebut, mengalami koma selama 6 hari. Sehingga harus mendapatkan perawatan medis secara intensif, di ruangan ICU.

Namun takdir berkata lain, akhirnya pria lajang berasal dari Lampung menghembuskan nafas terakhir di RSBK. Sementara 5 korban lainnnya ada yang masih dirawat, serta ada yang sudah pulang kerumahnya masing masing.

Direktur RSBK, Donny Irawan mengungkapkan, sebelum meninggal dunia Achmad Alizar telah medapatkan perawatan medis secara intensif di ruangan ICU selama 6 hari.

"Alizar mengalami pendarahan di kepala. Lalu, dilakukan tindakan operasi oleh dokter bedah saraf pada hari kedua, karena si korban masih koma. Namun akhirnya korban meninggal, dan dipulangkan hari ini ke kampung halamannya, di Lampung," kata Donny, Selasa (13/2) pagi.

Kata Donny, status  almarhum di RSBK adalah karyawan, yang belum lama diangkat menjadi karyawan tetap. "Terkait penanganan kasus Lakalantas hingga Alizar meninggal, pihak keluarga korban yang mengurus di Polresta Barelang itu. Karena kita fokus menangani korban secara medis," sebut Donny.

Sedangkan korban lain yang mengalami patah kaki kanan, imbuhnya, sekarang masih dalam perawatan medis, dengan rawat jalan. "Korban yang patah kaki telah pulang kerumah serta rawat jalan. Sementara korban yang lain, juga sudah ada yang pulang kerumahnya," ujar Direktur RSBK ini.

Sementara itu orangtua almarhum Nurul Puadi dan Maria, dengan kesedihan yang mendalam, tidak kuasa menahan tangis. Ia sangat terpukul atas kepergian sianak lajangnya, yang secara tragis. "Achmad Alizar ini, anak lajang kami yang ke 2, dari 4 bersaudara. Rencananya, tahun ini akan segera menikah. Tapi semua rencana Achmad batal karena takdir berkata lain," ungkap Puadi, berlinang air mata.

Terkait tewasnya Achmad dalam musibah itu, pihak keluarga meminta aparat kepolisian bisa mengusutnya hingga tuntas. Sehingga, pelaku dapat mempertanggungjawabkan semua, atas kelalaianya yang mengakibatkan nyawa orang lain melayang.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusutnya hingga tuntas. Sehingga, pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum," pungkasnya.

Sedangkan dipihak Satlantas Polres Barelang saat dihubungi mengatakan, hingga sekarang pihak kepolisian masih lakukan pemeriksaan dan meminta keterangan, dari saksi korban. "Penyidik kami masih meminta keterangan. Besok baru bisa kita infokan perkembangan," kata Kanit Lantas, Iptu Efendi Manurung.

Terkait si pelaku, imbuhnya, saat ini masih di tahan di Polresta Barelang, hingga tuntasnya hasil pemeriksaan polisi.

Namun, Kanit Lantas ini tidak menjawab atas penyelesaian kasus tersebut, apakah melalui jalan berdamai atau berlanjut kepengadilan. "Ijin ya bang, hal itu baru besok dapat kami informasikan," pungkas Iptu Efendi. (vnr)

 

Share