Minggu05202018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Rokok FTZ Tanpa Kuota Marak

Rokok FTZ Tanpa Kuota Marak

BATAM (HK) - Rokok Free Trade Zone (FTZ) atau non cukai kembali marak beredar di Kota Batam. Para distributor secara bebas memasarkan produknya meskipun belum mendapatkan izin kuota dari Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Pada awal tahun 2017 BP Batam hanya menggeluarkan izin 400 juta batang rokok selama periode enam bulan, dengan peruntukkan 33 perusahaan di dalamnya sudah termasuk penjelasan merek rokok yang akan diedarkan.

Khusus untuk rokok merek UN dan ESSE belum keluar izin edarnya, namun sudah bebas beredar di pasaran dan gampang didapatkan masyarakat. Salah seorang pedagang mengaku rokok jenis ini paling banyak diminati masyarakat.

"Rokok UN ini banyak pembelinya mas jika dibanding dengan rokok tanpa cukai lainnya, seminggu saya bisa habiskan 4 slop,"  kata Ani salah seorang pedagang di Batuaji, Selasa (13/2).

Dia mengungkapkan selain diminati masyarakat, pedagang juga diberikan kemudahan oleh distributor. "Saya gak harus pergi ke toko grosir untuk mendapatkannya, cukup menunggu orang yang mengantarkan, tapi jadwal dia datang tidak menentu," ucapnya.

Pedagang lainnya, Karto juga mengungkapkan hal senada, hanya saja di tempat dia berjualan ada dua merek rokok non cukai laku keras. Walaupun menurutnya keberadaan rokok tersebut masih terbilang baru.

"UN dan ESSE cepat lakunya, meski baru masuk beberapa bulan ini. Tapi terkadang stok dari distributor sedikit tersendat," sampainya.

Informasi yang dihimpun Haluan Kepri dilapangan, dua jenis rokok ini laku keras dilapangan karena harga ditawarkan kepada pembeli lebih murah. Untuk rokok UN sebungkus dibandrol dengan harga Rp8.500, sedangkan merek ESSE Rp8.000.

Sebelumnya Kasubid Perdagangan Direktorat Lalu Lintas Barang BP Batam, Barlian Antoro mengatakan bahwa BP Batam belum mengeluarkan izin kuota rokok FTZ atau non cukai pada tahun 2018, karena masih dalam tahap survey.

"Untuk jumlah kuota hampir selesai, tinggal di tingkat pimpinan," katanya, Senin (12/2).

Menurut dia beredarnya rokok FTZ di Batam sekarang dimungkinkan memakai izin kuota lama, hanya itu berlaku untuk setiap merek yang telah dilaporkan kepada BP Batam. "Jadi itu memakai kuota lama," katanya. (cw56)

Share