Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Batam FPK Desak Polisi Usut Tuntas

FPK Desak Polisi Usut Tuntas

Penari dan Panitia Wajib Bertanggungjawab

BATAM (HK) - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam, mengecam keras dan meminta Polresta Barelang mengusut tuntas aksi tari erotis yang terjadi di Engku Putri, Batam Center, Sabtu (14/4) lalu, yang diselenggarakan oleh Ormas Penjaga Marwah Rudi (PMR).
"Laporan resmi sudah kita sampaikan, kita minta polisi usut tuntas, agar ini bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat Batam," ungkap Ketua Harian, Makmur AT, ke awak media di bilangan Nagoya, Senin (16/4).

Makmur didampingi Sekretaris FPK Massiara Alias, Wakil Ketua FPK H Faizal Fatah, Dani Untu dan Agus Brawijaya menjelaskan bahwa aksi tidak terpuji tersebut harua tuntas agar tidak menyeret pihak lain, terlebih lagi dikaitkan dengan Ketua Umum FPK Batam, Muhammad Rudi.

"Harus tuntas, penari dan penyelenggara harus diusut. Jangan sampai merugikan pihak lain, karena ini diluar sepengetahuan Ketua Kami (Muhammad Rudi, red,)," terangnya.

Senada disampaikan Sekretaris FPK Batam, Massiara Alias bahwa tarian yang dipertontonkan di depan publik tersebut, sangat bertentangan dengan budaya timur Indonesia dan norma-norma yang berlaku, karena ini mengandung unsur erotis.

"Kita tidak melihat siapa orangnya, tapi kita menilai bahwa apa yang terjadi disitu sudah tidak sesuai adat dan norma, karenanya kita minta polisi usut tuntas," imbauannya.

Sebagai Ormas yang tergabung didalamnya seluruh paguyuban yang ada di Batam, hasil FPK rapat meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan merekomendasikan keberadaan PMR dibubarkan, agar tidak terjadi kesalahan yang sama dikemudian hari.

"Hasil rapat kita juga merekomendasikan agar PMR dibubarkan," ungkapnya.

Dijelaskan Massiara, bahwa kehadiran Ketua FPK Batam tersebut hanya pada sesi pengukuhan yang berlangsung di lantai IV Gedung Pemko Batam. Setelahnya itu kemudian meninggalkan lokasi untuk kegiatan lainnya.

Tidak hanya mendesak polisi, namun pihak FPK Batam siap bekerjasama dengan pihak kepolisian bila dibutuhkan keterangan atau juga memberikan kesaksian sejauh yang mereka lihat dan dengar. Karena waktu itu ada sebagian Anggota FPK hadir dilokasi.

Terakhir diingatkan oleh Makmoer AT, bahwa masyarakat Batam untuk tidak terpancing, karena kasus tersebut sudah dilaporkan dan sudah ditangani polisi. (ays)

Share