Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Batam Dikejar Warga, Motor Pelaku Oleng

Dikejar Warga, Motor Pelaku Oleng

dikejar warga pelaku terjatuhSpesialis Jambret Keok

BATUAJI (HK) -- Alex Suprianto S (24), tersangka jambret yang berkeliaran di Simpang Aini, Batuaji, keok di tangan petugas Polsek Batuaji, Kamis (12/4), sekira pukul 19.00 WIB lalu.

Sebelum ditangkap, pelaku bersama temannya DPO telah melancarkan aksinya di jalan raya perumahan Griya Prima, atau tepat depan salah satu Gerai Indomaret Batuaji. Penangkapan pelaku ini juga berdasarkan laporan Fitri Yanti yang bermukim di perumahan Pemda II No. 113 ke Mapolsek Batuaji.

Kepada awak media, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengungkapkan, awal mulanya korban sedang berdiri di pinggir jalan raya depan Perumahan Griya Prima, dan tiba-tiba pelaku melintas bersama dengan temannya Tobing (DPO) melihat korban memegang tas.

Setelah itu, pelaku Alex disuruh oleh pelaku lainnya untuk menarik tas yang dipegang korban, sehingga pelaku Tobing sebagai joki memepetkan sepeda motornya Suzuki Satria Fu kepada korban.

Dengan sigapnya Alex langsung menarik tas yang dipegang korban sampai putus. Kemudian setelah berhasil menarik tas korban, kedua pelaku pun tancap gas, akan tetapi korban berteriak "Jambret ", sehingga warga yang mendengar teriakan langsung mengejar pelaku.

Dikarenakan terus dikejar warga, kebetulan anggotanya kepolisian lewat dan sepeda motor pelaku terjatuh karena oleng. Selang itu, Alex ditangkap sedangkan Tobing berhasil melarikan diri.

"Awalnya korban berdiri dipinggir jalan. Dan tiba-tiba pelaku lewat dan memepet hingga langsung merampas tasnya. Karena dirampas, korban pun berteriak jambret yang kebetulan anggota lewat. Pelaku pun berhasil ditangkap, sementara satu orang lagi DPO," kata Kapolsek Batuaji, Senin (16/4) sore.

Dijelaskan, bahwa dalam kejadian itu pun korban mengalami kerugian sekitar Rp1 juta dan tangan korban mengalami luka memar akibat tali tas yang ditarik secara paksa oleh pelaku. Polisi menjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman pidana 5 tahun kurungan penjara.

Sementara, Alex, yang tinggal di Ruli Puskopkar Batuaji mengelak dan bukan dirinya yang merampas tas korban. Namun ia mengakui nekat melancarkan aksinya disebabkan karena tak makan lagi selama dua (2) hari.

"Saya diajak teman pak. Lagian saya tak makan selama 2 hari karena tak punya uang setelh lama nganggur," ujarnya. (ded)

 

Share