Jumat07212017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Pegadaian Minta Pertanggungjawaban Outsourcing

Pegadaian Minta Pertanggungjawaban Outsourcing

BALOI- Kanwil II Pegadaian Pekanbaru akan meminta pertanggungjawaban perusahaan outsourcing penyedia jasa sekuriti. Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian menilai sekuriti yang bertugas pada malam perampokan itu telah lalai menjaga keamanan.     

"Kita minta pertanggungjawaban pihak penyedia jasa pengamanan, karena saat itu mereka yang menjaga Kantor Pegadaian Unit Pelayanan Counter (UPC) Dapur 12," ujar John Marshal, Wakil KetuaTim Pelayanan Ganti Rugi UPC Dapur 12 yang juga bekerja di Kanwil II Pegadaian Pekanbaru di Mapoltabes Barelang, Rabu (19/5).

Jhon mengatakan, kedatangannya bersama empat staf Pegadaian lainnya guna melakukan koordinasi dengan Kapoltabes Barelang  pascaperampokan yang telah mengakibatkan perhiasan nasabah senilai Rp1,3 miliar dan uang tunai Rp87 juta raib.
Menurut Jhon, aksi perampokan di UPC Pegadaian Dapur 12 cukup mengejutkan. Pasalnya, fasilitas pengamanan di Kantor Pegadaian cukut ketat dan berlapis. Ia menceritakan, brankas saja dicor semen serta dilengkapi sensor panas manusia. Meskipun demikian, Jhon tidak menampik jika di UPC Dapur 12 belum dilengkapi kamera pengintai (CCTV).   

"Dari 90 counter Pegadaian yang tersebardi Kota Batam, memang cuma hanya di Kantor Utama Pegadaian di Jodoh yang dipasang CCTV," katanya.

Ditanya bentuk pertanggungjawaban Pegadaian atas hilangnya barang jaminan nasabah, Jhon menuturkan Perum Pegadaian siap menggantinya 100 persen. Pegadaian sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak mau merugikan masyarakat yang kebetulan sebagai nasabah.

"Penggantian pasti ada, kita kan ada asuransi, dan untuk itu dinegosiasikan secara terbuka. Barang nasabah akan kita ganti 100 persen sesuai dengan harga barang tersebut masa ini, bukan sesuai harga pinjaman. Dan tentunya kemudian akan dipotong utang si nasabah sendiri," paparnya.

Saat ini, Pegadaian telah membentuk tim pelayanan penggantian barang-barang nasabah yang poskonya berada di UPC Pegadaian Dapur 12. "Tim ini dibuat dan bekerja selama 6 bulan untuk mendata barang nasabah yang hilang karena dibawa perampok. Jadi, nasabah silakan datang membawa kartu identitas dan surat bukti pinjamannya," jelas Jhon lagi.

Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji Hartanto menyayangkan bentuk pengamanan yang ada di UPC Pegadaian Dapur 12. Menurut Kapolda, perusahaan yang di dalamnya menyimpan barang-barang berharga dan uang tunai tidak semestinya hanya dijaga satu orang sekuriti.   

"Bisa jadi tempat tersebut juga tidak ter-cover oleh patroli anggota kepolisian," tutur Kapolda saat menghadiri peringatan HUT ke-30 Yayasan Kemala Bhayangkari Kepri di Aula Mapoltabes Barelang, kemarin. (sm/dh/38)

Share