Selasa07252017

Last update05:00:00 AM

Back Batam TNI AL Lanjutkan Pengamanan Fasilitas BP Migas

TNI AL Lanjutkan Pengamanan Fasilitas BP Migas

BATUAMPAR- TNI Angkatan Laut (AL) memperpanjang kerja sama pengamanan fasilitas industri minyak dan gas bumi di wilayah yuridiksi perairan Indonesia. Perpanjangan kesepakatan bersama antara TNI AL dan BP Migas ditandatangani di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar-590 di Selat Singapura, Jumat (21/5).

Perpanjangan kesepakatan bersama ini tertuang dalam piagam kesepakatan bersama yang ditandatangani Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala BP Migas R Priyono. Hadir dalam acara tersebut, 24 pimpinan kontraktor kerja sama (KKKS) mulai dari Aceh hingga Papua.

Lingkup kerja sama nota tersebut meliputi pengawasan dan pengamanan fasilitas industri hulu migas yang berada di perairan nasional dari ancaman teror dan sabotase. Kemudian bantuan pengawalan dan pengamanan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan industri hulu migas di perairan nasional, pemetaan fasilitas industri hulu migas lepas pantai dan netralisasi ranjau pada wilayah kerja BP Migas serta lainnya.

TNI AL akan menempatkan setiap personilnya di wilayah kerja BP Migas, sebagai mata dan telinga mengantisipasi adanya ancaman yang terjadi. Piagam kesepakatan bersama ini merupakan yang kedua dan akan berlaku mulai 2010 hingga 2015. Sedangkan nota kesepakatan yang pertama dilakukan pada Mei 2005 sampai 2010.

"TNI AL berkomitmen mendukung kesepakatan yang telah berlangsung sejak lima tahun lalu. Sesuai dengan kebutuhan, maka kesepakatan bersama ini diperpanjang," ujar Agus Suhartono.

Agus Suhartono menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud kesamaan persepsi dua institusi kemaritiman dalam menyikapi pentingnya laut beserta potensi yang terkandung di dalamnya. Sehingga dapat memberikan kontribusi optimal bagi suksesnya pembangunan dan pengelolaan sumber daya kelautan.

Di samping itu, juga merupakan refleksi dari tingginya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap pembangunan kelautan nasional. Didorong semangat dan kesadaran pentingnya integritas kekuatan dan sinergi kemampuan dalam mengembangkan dan mengelola sumber daya kelautan.

Nilai strategis dan pentingnya kerja sama ini juga dinyatakan Priyono. Menurutnya dengan pertumbuhan minyak dan gas bumi yang lebih banyak beroperasi di lepas pantai, semakin meningkatkan kerawanan terhadap sarana dan prasarananya. Untuk itu diperlukan pengawasan dan pengamanan dari jajaran TNI AL.

"Masalah keamanan di perairan menjadi persoalan yang serius. Meski belum ke tingkat yang mengkhawatirkan, namun tidak menutup kemungkinan ancaman tersebut akan beralih ke obyek vital minyak dan gas bumi," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, TNI AL memberikan penghargaan kepada Kangean Energy Indonesia Ltd yang diterima Mr Junichi Matsumoto, yang telah membantu KRI Teluk Lampung 540 saat beroperasi di perairan Kangean. (sm/33)

Share