Kamis06222017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Terkait Pengrusakan Kantor HSNI, Polisi Tangkap 12 Orang

Terkait Pengrusakan Kantor HSNI, Polisi Tangkap 12 Orang

BALOI-- Polisi bergerak cepat mengusut kasus pengrusakan dan pembakaran kantor DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam di Komplek Green Land Batam Center. Sebanyak 12 orang yang diduga keras sebagai pelaku pengrusakan dan pengeroyokan telah ditahan di Mapoltabes Barelang. Dua orang diantaranya dicurigai sebagai provokator.

Informasi yang dihimpun Sijori Mandiri, penangkapan para pelaku pengrusakan ini di dua tempat berbeda Jumat tengah malam (21/5). Sebanyak sepuluh orang ditangkap di Pulau Lingka Kelurahan Kasu Kecamatan Belakangan masing-masing, Tarmizi alias Mizi, Johanes Hasan alias Kadir, Ramli alis Ram, Muhammad alias Mamat, Sakden alias Deden, Saharudin alias Ca, Zainul alias Inul, Iskandar alias Bokop, Buyung, Abdul Aziz alias Aziz. Kemudian dua orang yang diduga sebagai provokator masing-masing Yosep dan Rizaldi Ananda ditangkap di Pelabuhan Pandan Bahari, Tanjunguncang.

"Para pelaku ditangkap setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian. Selanjutnya sebanyak 10 orang ditangkap di Pulau Lingka sekitar Jumat malam pukul 23.30 WIB tanpa perlawanan dan langsung diamankan di Mapoltabes Barelang,' ujar Kasat Reskrim Poltabes Barelang, Kompol Agus Yulianto, Sabtu (22/5).

Dikatakan, dua diantaranya (Yosep dan Rizaldi) yang diduga sebagai provokator malam itu juga dijemput di Pelabuhan Pandan Bahari, Tanjung Uncang. Suasana tegang sempat mewarnai penangkapan keduanya karena saat polisi datang pelaku bersama anggota kelompoknya,  sudah bersiaga penuh dengan senjata parang, linggis, celurit dan beberapa bensin yang dimasukkan kedalam botol. Mereka menduga kelompok massa Awang bakal balik menyerang.

Kasat Reskrim Poltabes Barelang, Kompol Agus Yulianto yang memimpin penangkapan berusaha melakukan pendekatan secara persuasif untuk bisa masuk ke pelabuhan yang merupakan markas dari kelompok Yosep dan Rizal. Upaya pendekatan juga dibantu oleh Kabag Binamitra Poltabes, Suyanto dengan mengajak massa berbicara baik-baik. 

"Dengan pendekatan persuasif terus menerus  Massa yang awalnya tidak mengizinkan siapapun masuk akhirnya luluh juga. Kami kemudian masuk dan berbicara dengan mereka sampai disepakati Yosep dan Rizaldi untuk dibawa ke Mapoltabes Barelang," terang Kompol Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, amuk massa ini terjadi Jumat (21/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Massa yang diperkirakan sekitar 60 orang tersebut datang secara tiba-tiba dengan menaiki 2 buah mobil truk lori kemudian melempari kantor  HSNI dengan batu sehingga kaca-kacanya hancur berantakan. Massa lalu masuk ke dalam kantor dan menghancurkan seluruh isi di dalamnya dengan menggunakan kayu dan benda-benda lainnya. Tak puas hanya menghancurkan seisi kantor, massa kemudian membakar dua unit sepeda motor yang diparkir di depan kantor tersebut.

Massa juga mengeroyok seorang pengurus DPC HNSI Kota Batam Gunawan alias Awe hingga mengalami luka robek di bagian pelipis di bawah mata sebelah kanan. Aksi pengeroyokan ini sempat dilerai oleh seorang anggota Polsek Batam Centre yang tiba di lokasi tetapi karena massa sudah beringas, akhirnya polisi tersebut juga menjadi amukan massa.

Belakangan diketahui bahwa polisi yang dipukuli dan diinjak-injak tersebut adalah salah satu dari empat orang anggota polisi Poltabes Barelang yang sedang ditugaskan piket jaga di kantor Panwas-Kada Kota Batam yang berada tidak berapa jauh dari lokasi pengerusakan. Bukan Selain polisi, para awak media-pun tak luput juga dikejar menggunakan senjata parang.

Bahkan Kanit IV Jatanras Poltabes Barelang, AKP Maryon yang datang ke lokasi juga tak luput dari amukan massa. Maryon dipukul dan mau ditepas menggunakan senjata parang oleh massa. Beruntung bisa menghindar dan selamat dari tebasan parang.

"Saya hampir saja ditepas dengan parang oleh massa ini, ketika itu saya sedang mendekap Gunawan alias Awe yang sedang dikeroyok massa. Saya jadi tak habis pikir, polisi saja masih mereka mau sikat" Ujar Kanit IV Jatanras, AKP Maryon dengan muka kesalnya kepada Sijori Mandiri di Mapoltabes Barelang.

Hal senada juga disampaikan beberapa wartawan yang sedang berkumpul di Mapoltabes Barelang. Dimana, ketika kejadian beberapa wartawan yang sedang melakukan liputan sempat dikejar dan mau diserang menggunakan senjata parang. Mereka sampai berlari tunggang-langgang sedikit menjauh dari lokasi. Ketika lokasi mulai terlihat aman, para wartawan baru berani mendekat.

Pantauan Sijori Mandiri di Mapoltabes Barelang kemarin, para istri dan anak-anak pelaku yang ditahan terlihat menunggu di dalam pekarangan samping Mapoltabes. Ketika Sijori Mandiri mencoba meminta keterangan, mereka diam dan menghindar.

Informasi yang berkembang di lapangan, ribuan massa Yosep dan Rizaldi yang berasal dari berbagai wilayah hinterland di Pulau Batam berkumpul kembali di Pelabuhan Pandan Bahari, lengkap dengan berbagai senjata. Mereka berencana mendatangi Mapoltabes Barelang meminta semua orang yang ditahan untuk dibebaskan.  Namun sampai sore kemarin tidak ada tanda-tanda pengerahan massa ke Mapoltabes Barelang. (sm/38).

Share