Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Bansosgate Sudah Dilaporkan ke KPK

Bansosgate Sudah Dilaporkan ke KPK

BATAM CENTRE- Ketua Presidium LSM Koordinator Anti (Kodat) 86, Tain Komari mengatakan kasus dugaan penggelapan dana bantuan sosial (bansosgate) Pemko Batam tahun anggaran 2009 sudah dilaporkannya langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Jumat (21/5) lalu. Tain rencananya akan melaporkan kasus yang sama ke Satgas Mafia Hukum, Depdagri dan Depag setelah Pemilukada Kepri selesai.

"Sudah, sudah saya laporkan ke KPK, Jumat kemarin. Baru sempat ke KPK karena waktu saya terbatas," ujar Tain di Batam Centre, Senin (25/5).

Tain berjanji, kasus bansos Pemko Batam ini dipastikannya akan diserahkan ke Satgas Mafia Hukum, Depdagri dan Depag pasca Pemilukada Kepri. 

Di tempat terpisah, Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah Pusat  dan Daerah, Ismail mendesak agar penyidik Kejari Batam melakukan pemanggilan paksa terhadap Kabag Keuangan Pemko Batam Erwinta, Bendahara Raja Haris dan staf Keuangan Pipin. Sebab, ketiganya tidak pernah memenuhi panggilan penyidik yang ketika itu dipimpin langsung Kajari Batam Tatang Sutarna. 

Menurut Ismail, Kajari Batam yang baru Ade E Adhyaksa dan tim penyidik tidak bisa melakukan pemanggilan ulang terhadap ketiga PNS tersebut. Pasalnya, insitusi Kejaksaan telah melakukan tiga kali pemanggilan.

"Apabila Kejari melakukan pemanggilan ulang, itu telah melanggar hukum. Sebab tidak ada pemanggilan keempat. Pemanggilan ulang apabila yang bersangkutan telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan dan dilakukan pemanggilan ulang kalau masih ada hal-hal yang perlu penjelasan lebih lanjut," ujar Ismail.

Sementara itu, Ketua Forum Lintas Pemuda Anti Korupsi, Hubertus L mendesak agar Kajari dan jajarannya segera melanjutkan kasus bansos yang statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan tersebut. "Kita lihat saja, apakah Pak Kajari yang baru serius menangani kasus bansos ini atau tidak," katanya. 

##Erwinta Masuk Kantor

Sejak kasus bansos bergulir, khususnya Erwinta mulai jarang ditemui di kantornya yang berada di lantai 2 Pemko Batam. Erwinta yang dikabarkan sedang berada di luar daerah untuk urusan dinas beberapa waktu lalu, kemarin mulai masuk kantor. Hanya saja, menurut salah seorang PNS di depan pintu masuk ruang Erwinta, menyebutkan bosnya itu berada di kantor hanya hitungan jam saja.  

"Pak Erwinta tadi pagi masuk jam 11.00 WIB. Dan sekarang (pukul 14.00, red) beliau sudah pulang. Entah ada tugas lain, kami di sini pun tak tahu," kata sumber tadi.

Seperti pernah diberitakan koran ini sebelumnya, kabar Erwinta sekira satu bulan yang lalu tengah berada di luar daerah disampaikan Asisten III Pemko Batam Maaz Ismail dalam sebuah surat ke Kejari Batam. Ketika itu, diketahui penyidik Kejari mulai melayangkan surat pemanggilan terhadap Erwinta Cs. (sm/li/nn)

Share