Minggu09242017

Last update05:00:00 AM

Back Batam Mayoritas Golput

Mayoritas Golput

BATAM-Partisipasi masyarakat Provinsi Kepri pada Pemilukada 2010 yang dilaksanakan Rabu (26/5) terbilang rendah. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat hanya 50 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Sedangkan lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) mencatat hanya 49 persen pemilih yang menyalurkan hak pilihnya. Jumlah pemilih di Pemilukada Kepri 1.217.361 orang.

Pemilih pada Pilkada Kepri 2010 yang berdomisili di Tanjungpinang sebanyak 143.068 orang, Bintan 99.154 orang, Lingga 66.040 orang, Karimun 168.606 orang, Batam 675.027 orang, Natuna 46.459 orang dan Anambas sebanyak 19.007 orang. Rendahnya partisipasi pemilih di Pemilukada Kepri diekspos, kemarin oleh dua lembaga survei tersebut.

Masalah rendahnya partisipasi pemilih nyaris terjadi di semua kabupaten dan kota di Provinsi Kepri. Penyebab pemilih tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bermacam-macam. Ada yang merasa enggan, malas, ada pekerjaan, pergi santai, sibuk dan ada juga sebagai perusahaan yang tidak meliburkan karyawannya.

Di wilayah Keluarahan Batu Merah, Batam dari 11 TPS, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sejumlah 4.460 orang namun yang menggunakan hak pilih hanya 2.931 atau sekitar 65,52 persen dan yang tidak menggunakan hak suara 34,48.

Menurut keterangan Andi, salah seorang anggota PPS, partisipasi masyarakat sangat rendah sekali padahal sudah didata dan disampaikan undangan pemilih kepada warga. Andi mengaku tidak mengerti dengan kehendak warga sebab bila tidak didata dan disampaikan undangan pemilih justru mempersoalkan namun ketika didata dan disampaikan undangan malah tak menggunakan hak suara.

Rendahnya partisipasi warga ikut serta menggunakan hak suara untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur juga terlihat pada sejumlah TPS di Kelurahan Kampung Seraya dan Sungai Jodoh.

Syamsudin, PPS Sungai Jodoh menuturkan, dari 28 TPS di Kelurahan Sungai Jodoh dengan jumlah DPT sekitar 12.000  pemilih, namun yang hadir menggunakan hak suara sekitar 4.000 lebih atau rata-rata sekitar 40 persen.  Ia mencontohkan, ada TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 300 lebih tapi yang menggunakan hak suara hanya sekitar 100 orang.

Syamsudin mengaku sangat heran dengan warga masyarakat di wilayahnya yang tidak menggunakan hak suara padahal petugas telah mengakomodir melalui pendataan dan menyampaikan surat undangan pemilih.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kelurahan Kampung Seraya. Yantiar, salah seorang anggota PPS mengatakan, dari jumlah DPT sebanyak 10 ribu pemilih namun yang menggunakan hak suara tidak mencapai 5.000 orang.

Sementara itu di kawasan industri Batamindo Batam, Pemilukada Kepri kurang mendapat respon dari para pekerja. Dari 10.663 DPT dengan 22 TPS yang tersebar di kawasan industri terbesar di Batam itu, hanya 8.953 DPT yang menerima undangan kartu suara, sementara sisanya 1.710 DPT tidak ada pemiliknya atau kartu tak bertuan.

Anggota KPPS O7 Patam Lestari, Sekupang Batam Suhandi menyatakan, rendahnya masyarakat yang menggunakan hak pilih bukan disebabkan pertimbangan rasional, namun lebih ke emosional. Masyarakat kecewa setelah menaruh harapan pada pesta demokrasi, tapi tidak memberi perubahan yang semakin baik.

"Banyak yang apatis, karena siapapun terpilih tidak akan membawa perubahan yang lebih baik," ujarnya.

Dengan banyaknya perusahaan yang tidak meliburkan karyawannya, menyebabkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suaranya semakin rendah. Seperti terlihat di TPS 07 Patam Lestari Sekupang, dari 507 jumlah pemilih yang terdaftar di DPT, hanya 262 pemilih yang menggunakan hak suaranya. Ditambah dua pemilih yang pindah dari TPS lain, yang menggunakan hak pilihnya di TPS 07, sehingga menjadi 264 pemilih. Terdapat sekitar 48 persen suara golput.

Hal yang sama juga terlihat di TPS 03 Tanjung Pinggir, Sekupang. Dari 371 pemilih yang terdaftar dalam DPT, hanya 146 yang menggunakan hak suaranya. Terdapat sekitar 60 persen pemilih yang golput.

Bupati Karimun H Nurdin Basirun bersama wakilnya H Aunur Rafiq  juga meninjau pelaksanaan Pemilukada Kepri ke sejumlah TPS di Karimun. Dari hasil peninjauan tersebut didapati masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di beberapa TPS masih minim. Dalam peninjauan pertama, Bupati langsung ke salah satu TPS pemukiman pecinaan. Ironisnya, antusias masyarakat untuk mendatangi TPS sangat minim.

Hal tersebut nyaris terjadi di seluruh TPS yang ada di Kabupaten Karimun, dimana menjelang siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa TPS yang dikunjungi, jumlah masyarakat yang memilih belum mencapai 50 persen.

Sejumlah TPS yang dikunjungi diantaranya di Kelurahan Tanjung Balai (TPS 02) dengan jumlah DPT 520 orang. Sekitar pukul 10.30 WIB baru 139 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Masih di kelurahan yang sama (TPS 08) dengan jumlah DPT 403. Sekitar pukul 10.45 WIB baru 123 pemilih yang mencoblos. Di Kelurahan Baran (TPS 11) jumlah DPT 600 orang. Sekitar pkul 11.00 WIB baru 258 pemilih yang mencoblos. Kelurahan Meral Kota (TPS 19) ada 492 DPT. Sekitar pukul 11.13 WIB baru 184 orang yang mencoblos, Kelurahan Sungai Raya (TPS 06) ada 461 DPT. Sekitar pukul 11.30 WIB hanya 200 orang yang mencoblos. (sm/nn/ts/33/28/27)

Share