Jumat11212014

Last update12:00:00 AM

Back Batam Pengembang Diminta Berikan Penjelasan Terkait Pembangunan di Pulau Manis

Pengembang Diminta Berikan Penjelasan Terkait Pembangunan di Pulau Manis

BATAM CENTRE (HK) - Pemerintah Kota Batam berjanji akan memastikan keberlanjutan investasi Funtasy Island Development (FID) di Pulau Manis, Kecamatan Belakangpadang dalam waktu dekat ini. Sebab, saat ini, di pulau tersebut sedang ada pengembangan, tanpa diketahui dan izin dari instansi terkait.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi dan akan menyampaikan secara tertulis ke pihak FID untuk mempersentasekan ke pemerintah terkait pembangunan pulau tersebut. Legalitas lahan persoalan yang berkaitan dengan perizinan harus dilihat. Sebab, aturannya jangan sampai ada satu pulau yang dikuasai oleh satu investor.

"Kita akan kroscek ulang. Yang jelas saat ini, kita  menegaskan belum ada pengurusan izin investasi dan perizinan yang berkaitan dengan pembangunan di atas Pulau Manis. Kalau prosedur yang ada untuk pembangunan gedung seperti resort ataupun hotel membutuhkan izin Amdal yang dikeluarkan Bapedal Kota dan IMB yang dikeluarkan Dinas Tata Kota Batam," kata Yusfa, kemarin.

Selain itu, kata Yusfa, hal terpenting yang harus dilihat dalam pembangunan adalah, harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam. Dan apabila terkait pembangunan lokasi pariwisata, tentu ada koordinasi dengan pihak Pemerintah.

Memang, Yusfa sedikit menceritakan, bahwa Pulau Manis, sudah pernah ada yang mengurus izin Amdal dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang dikeluarkan pada tahun 1996 saat Batam masih tergabung di Pemerintah Provinsi Riau, yang diurus oleh  PT Batam Island Marina. Pada tahun 1999 juga dikeluarkan sertifikasi tanah.

"Informasi awal, mereka sudah punya izin yang sudah lama saat Batam masih bergabung Pemprov Riau. Konsep pulau ini juga sudah lama tapi kami tidak tahu kelanjutannya. Dan, informasinya memang ada perijinannya dari Riau. Tapi setelah pemekaran, harusnya sudah di bawah Provinsi Kepri,"kata Yusfa.

Karena itu, lanjut Yusfa, jika pembangunan sudah berjalan, kawasan itu akan dijadikan kawasan parawisata terpadu. Hanya saja, apakah ada permainan atau perjudian, Yusfa mengaku tidak tahu. Pemko meyakinkan bahwa pihaknya memang akan mendukung penuh pengembangan pulau tersebut, namun prosesnya ditegaskan harus memenuhi ketentuan berlaku yang ada.

Selanjutnya, perizinan di Funtasy Island atau Pulau Manis harus diperbaharui. Perubahan perizinan, kata Yusfa, wajib dilakukan, karena pemerintah yang mengeluarkan perizinan sudah berubah. Dimana, kalau dulu ijinnya dari Provinsi Riau, sekarang dari Batam.

" Intinya kita dukung, kita support rencana pengambangan Pulau Fantasy. Karena memang pulau itu potensial dalam pengembangan parawisata Batam. Hanya saja, soal legalitas lahannya. Harus sesuai ketentuan,"katanya.

Sebelumnya, dilakukan penandatanganan perjanjian antara Funtasy Island Development (FID) dengan Meritus Hotels dan Resorts, di Singapura. Funtasy Island berjarak sekitar 20 menit dari Singapura dengan menggunakan kapal cepat dengan luas daratan sekitar 328 hektare. (mnb)

Share