Jumat09192014

Last update12:00:00 AM

Back Batam Kepsek SMKN 5 Batam: Pemotongan untuk Biaya Administrasi Bank

Kepsek SMKN 5 Batam: Pemotongan untuk Biaya Administrasi Bank

BATAM CENTRE (HK)- Kepala Sekolah SMKN 05 Sagulung Batam, Agus Syahrir mengatakan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan pihaknya untuk biaya administrasi bank.
" Yang ada, pemotongan biaya administrasi untuk perbankan yang ditunjuk pemerintah dalam melakukan pembukaan buku tabungan untuk siswa-siswi yang mendapatkan bantuan BSM itu," kata Agus, kemarin.

Dikatakan dia, selama ini orang tua siswa yang anaknya mendapatkan bantuan BSM kurang mengetahui aturan dalam penerimaan dana tersebut. Pasalnya, mereka berpikir bantuan BSM akan selalu mereka dapatkan selama bersekolah di SMKN 5 ini.  

" Perlu kami jelaskan, untuk dana BSM atau beasiswa pelajar di SMKN 5 Sagulung, Batam ini ada tiga sumber. Pertama dari pemerintahan Kota Batam se-besar Rp90 ribu per bulan, dengan perhitungan dikalikan enam bulan menjadi Rp550 ribu, yang disetorkan langsung melalui nomor rekening BRI siswa," terang Agus.

Kedua, lanjut dia, bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri, Rp 60 ribu per bulan, dikalikan enam bulan menjadi Rp360 ribu, disetorkan langsung melalui rekening sekolah.

Ketiga, beasiswa dari pemerintah pusat, Rp65 ribu per bulan, yang dikalikan satu tahun menjadi Rp780 ribu, disetorkan langsung melalui kantor pos dan diambil lansung oleh siswa yang bersangkutan.

Selama adanya bantuan dari pemerintah ini, dalam proses pencairannya juga tidak sama waktunya, ada yang per tiga bulan, per enam bulan dan per tahun.

Karena itu, kata dia, pemotongan uang administrasi oleh Kl itu, tidak sepenuhnya benar. Karena, proses pemotongan yang dilakukan itu untuk proses administrasi di bank dan bukan untuk sekolah.

" Kalau duit di bank tidak diambil, tentunya setiap bulan mendapat potongan administrasi berdasarkan ketentuan perbankan. Makanya, duit BSM itu akan menjadi berkurang setiap bulannya," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMKN 5 Sagulung berinisial Kl, diduga menyunat dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp20 ribu per orang. Dana tersebut dikatakan untuk biaya administrasi.

Kemudian, bagi orang tua siswa yang terlambat mengambil dana tersebut juga dikenai biaya administrasi Rp10 ribu setiap bulan. (vnr).

Share