Rabu07232014

Last update12:00:00 AM

Back Batam Oknum Imigrasi Batam Diduga Pungli TKI

Oknum Imigrasi Batam Diduga Pungli TKI

BATAM CENTRE (HK)- Oknum petugas Imigrasi Pelabuhan Fery Batam Centre diduga melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp150-200 ribu per orang terhadap ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke luar negeri.  
Pungli tersebut dilakukan di sebuah ruangan yang terdapat di samping tangga turun di lantai dua pelabuhan saat para TKI hendak mencop paspornya. Biasanya, uang pungli tersebut diserahkan oleh tekong-tekong yang mengakut para TKI itu kepada petugas Imigrasi yang sudah stand by di ruang tersebut atau bisa juga dibayar sendiri oleh TKI yang bersangkutan.  

" Praktek ini sudah berlangsung lama dan diketahui atasannya. Sehari petugas tersebut berhasil mengumpulkan uang hasil punglinya Rp50-60 juta dari 500 TKI yang berangkat. Uang tersebut tidak dimakan sendiri, tapi dibagi-bagikan kepada petugas Imigrasi lain, " kata juru bicara ICW Kepri Mulkansyah, kemarin.

Bahkan, Mulkan menenggarai aksi ini sudah diketahui aparat penegak hukum dan beberapa instansi lain seperti DPRD. Namun, karena uang hasil pungli tersebut disinyalir juga mengalir ke kantong mereka sehingga mereka sungkan untuk bertindak tegas.

" Ini sudah menjadi sindikat sehingga sulit untuk diberantas. Semua menikmati uang tersebut. Hanya KPK yang bisa menghentikan praktek pungli tersebut, selain dari KPK jangan harap. Karena itu, sampai kapan pun praktek tersebut tidak akan pernah berhenti," katanya.

Ia menyebutkan, TKI yang sudah membayar uang pungli kepada petugas imigrasi bisa dengan mudah mendapatkan cop paspor tanpa harus menjalani interview yang melelahkan. Bahkan, jalur yang dilaluinya pun jalur lain yang tidak antre dan berdesak-desakan.

" Kalau para TKI itu melewati jalur resmi, tentu akan sulit dipungli karena di belakangnya banyak orang yang antre. Selain itu, sebelum paspornya dicop,
mereka juga akan menjalani interview petugas dan itu memakan waktu lama," katanya.

Kepala Unit Imigrasi Pelabuhan Batam Centre Ridwan yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya kemarin tidak menjawab meskipun terdengar nada masuk.
Begitu juga ketika dikirimi sms (pesan singkat),. ia tidak membalas.(Tim)

Share