Jumat11282014

Last update12:00:00 AM

Back Batam HUT Bhayangkara di Polda Kepri Berlangsung Khidmat

HUT Bhayangkara di Polda Kepri Berlangsung Khidmat

Upacara Hut Bhayangkara Ke - 67 Tahun 2013 di Polda Kepri, Senin (1/7) berlangsung khidmat. Mengangkat tema 'Sinergisitas Kemitraan dan Anti KKN, Wujudkan Pelayanan Prima, Penegakan Hukum dan Kamdagri Mantap Sukseskan Pemilu 2014' dinilai sangatlah tepat, relevan, dan kontekstual.BATAM (HK) - Upacara Hut Bhayangkara Ke - 67 Tahun 2013 di Polda Kepri, Senin (1/7) berlangsung khidmat. Mengangkat tema 'Sinergisitas Kemitraan dan Anti KKN, Wujudkan Pelayanan Prima, Penegakan Hukum dan Kamdagri Mantap Sukseskan Pemilu 2014' dinilai sangatlah tepat, relevan, dan kontekstual.
Amanat Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo yang di bacakan Kapolda Kepri Brigjen Pol Endjang Sudrajat mengatakan, berbagai pengalaman polisi selama perjalanan waktu 67 tahun, telah mematangkan karakter pengabdian untuk menjadikan Polri lebih cerdas dan tegar, dalam mengemban tugas memelihara keamanan dalam negeri.

"Kita patut bersyukur, beberapa prestasi dan pencapaian kinerja Polri, dewasa ini telah mendapat apresiasi dari pemerintah, masyarakat, bahkan dunia internasional," kata Endjang.

"Beberapa kasus menonjol dan meresahkan telah berhasil kita ungkap seperti, kasus terorisme, narkoba, illegal logging, illegal mining, perdagangan dan penyelundupan manusia, premanisme, maupun berbagai iven pengamanan agenda kegiatan berskala nasional, regional maupun internasional," lanjut Endjang.

Kapolri mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya, kepada seluruh elemen masyarakat beserta instansi terkait, yang telah berpartisipasi mendukung pelaksanaan tugas Polri.

Guna memperkuat hubungan dan kerja sama, Polri bersama berbagai pihak telah menindaklanjutinya dengan menjalin kesepakatan bersama, antara lain tentang penghentian kekerasan fisik dalam mengatasi konflik sosial dan sistem peringatan dini, yang melibatkan sebelas Kementerian serta Lembaga, termasuk TNI.

"Kerja sama ini bertujuan, agar penanganan terhadap setiap akar permasalahan dapat berjalan efektif, terpadu sesuai dengan tugas dan fungsinya masing - masing," katanya.

Dengan mengangkat tema itu, kata Endjang, merupakan representasi dari tekad dan semangat, untuk senantiasa bersama - sama dengan seluruh komponen bangsa dan negara, melakukan perbaikan, pembenahan serta berkomitmen menjadi lebih baik, dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Terkait dengan persiapan dalam menghadapi agenda Nasional Pemilu 2014. Pentahapan kegiatan tersebut sudah dimulai sejak 2013 ini, yang merupakan masa transisi sebelum memasuki pesta Demokrasi tahun depan.

"Dengan hal tersebut, maka perkembangan dan dinamika politik, diprediksi akan semakin meningkat, sehingga berpotensi menimbulkan benturan dan konflik dalam bentuk perselisihan, aksi kekerasan komunal maupun kontak fisik antar kelompok massa berseberangan yang dapat mengganggu pelaksanaan pemilu tahun 2013," katanya.

Di samping itu, potensi ancaman lainnya yang juga memerlukan perhatian serius semua pihak,  perkembangan aksi terorisme dan radikalisme yang hingga saat ini, meskipun telah dilakukan upaya penanganan, namun masih belum sepenuhnya mampu menanggulangi permasalahan tersebut secara tuntas.

Menghadapi hal ini, Kapolri berharap untuk jajaran kewilayahan agar lebih memprioritaskan pada langkah pencegahan, dengan menginventarisir dan mereduksi Faham - faham radikal yang berpotensi untuk berkembang di masyarakat, sehingga dapat meminimalisir potensi ancaman Terorisme yang mengganggu stabilitas Kamtibmas.

Terkait dengan langkah penegakan hukum, Kapolri mengingatkan, selain didasarkan pada aspek Legalitas, langkah ini juga harus mendapatkan Legitimasi dari semua pihak, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru, yang akan merugikan institusi Polri.

Hal ini sejalan dengan Intsruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang penanganan gangguan keamanan dalam Negeri yang menitikberatkan pada penanggulangan terhadap konflik sosial dan terorisme, serta menegaskan pentingnya dilakukan kerjasama dengan semua unsur terkait, sehingga dapat menjamin terwujudnya keamanan dalam negeri yang kondusif, dalam mendukung kelancaran pembangunan nasional.

Wagub Kepri Terima Community Policing Award

Kerja keras Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo, yang ikut menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Kepri mendapat penghargaan dari jajaran kepolisian. Kapolda Kepri Brigjen Endjang Sudrajat memberikan penghargaan kepada Soerya Respationo sebagai tokoh pemerintah yang peduli terhadap program pemolisian Masyarakat (community policing) pada peringatan Bhayangkara ke-67 di Lapangan Mapolda Kepri, Senin (1/7).

"Atas kerja keras tersebut, Soerya Respationo berhak mendapatkan penghargaan community Policing Awards," bunyi petikan surat keputusan Kapolda Kepri Nomor Kep/242/VI/2013.

Adapun kriteria yang diberikan berdasarkan telusur jejak selama ini yang dilakukan oleh Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Kepri.

Gubernur Kepri Muhammad Sani mengucapkan terimakasih kepada Polri atas kerja sama selama ini. Ke depan, Gubernur meminta agar kerja sama yang harmonis ini dapat terus ditingkatkan.

Tak hanya itu, Muhammad Sani mengingatkan bahwa ke depan tantangan yang dihadapi Polri semakin berat. Untuk itu, dibutuhkan komunikasi dan kerja sama yang erat antara dua instansi demi kesejahteraan masyarakat.

"Tantangan ke depan tidak semakin ringan dan Alhamdulillah, Polri berhasil mengatasi tantangan tersebut. Kedepan, mari kita berjalan bersama-sama," pungkasnya. (mnb/r)

Share