Kamis10232014

Last update12:00:00 AM

Back Batam BNNP Kepri Miliki Rumah Dampingan

BNNP Kepri Miliki Rumah Dampingan

Kepala BNNP Kepri, Drs. Benny Setiawan, MH, bersama pegawai BNNP Kepri dan perwakilan LSM berfoto bersama mantan pecandu yang akan dikembalikan ke keluarganya, di kantor BNNP Kepri, pertengahan pekan lalu. (ist)Mantan Pecandu Dikembalikan ke Keluarganya

Nongsa (HK) - Sebanyak enam orang mantan pencandu yang direhabilitasi di Rumah Dampingan dikembalikan pada keluarganya.

Diketahui, saat ini BNN Pusat  telah memiliki Rumah Dampingan yang ada di Perumahan Citra Mas, Nongsa, Batam, yang pengawasannya dilaksanakan oleh BNNP Kepri.

Menurut Kepala BNNP Kepri, Drs. Benny Setiawan, MH, keberadaan Rumah Dampingan bagi mantan pecandu narkoba sangat penting untuk mengantarkan mereka kembali ke dalam kehidupan semula di tengah-tengah masyarakat.

“ Rumah Dampingan merupakan fasilitas yang disediakan untuk kelanjutan program setelah seorang pecandu melewati program rehabilitasi. Rumah ini diharuskan bebas dari narkoba dan merupakan rumah tinggal yang berfungsi dalam membantu pemulihan jangka panjang dari narkoba dan berada dalam lingkungan yang aman serta mempunyai program yang profesional dan terstruktur,” ujar Benny di sela-sela acara pelepasan mantan pecandu ke keluarganya, yang dilaksanakan di Kantor BNNP Kepri, Rabu, (19/2).

Dijelaskan Benny, mantan pecandu yang dikembalikan ke keluarganya itu, semuanya telah menyelesaikan program di Rumah Dampingan selama kurang lebih dua bulan.
“ Semoga setelah selesai menjalani program pasca rehabilitasi, para mantan penyalahguna narkoba ini dapat kembali hidup normatif, produktif dan tidak relaps di tengah-tengah masyarakat dengan bekal keterampilan yang telah di dapat di rumah dampingan,” harapnya.

Sementara, Adllinsyah, SKM, pengawas Rumah Dampingan menjelaskan, dalam menyelenggarakan program Rumah Dampingan diperlukan fasilitas sebuah rumah untuk menyediakan segala kegiatan yang mendukung atmosfir yang dapat menjaga dan mempertahankan ‘drug clean’.

“Para mantan pecandu dapat berlatih menjalani kehidupan sebenarnya, di tempat inipun mereka dapat menjalani berbagai program terapi lanjutan baik itu focus group, konselling, family support group. Selain itu juga diberikan pelatihan-pelatihan vokasional atau keterampilan dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi sosial dan produktivitas mantan pecandu narkoba dalam rangka proses pemulihannya,”terangnya.

Mantan pecandu narkoba yang telah pulih, Muswani, menceritakan awalnya terjerumus kedalam narkoba karena lingkungannya merupakan tempat jual beli narkoba, disamping itu juga karena keluarga yang kurang perhatian.

“Awalnya dikasih teman, gratis. Setelah kecandunan dipaksa harus beli. Dari situlah awal kehancuran hidup saya. Setiap kali sakaw, saya jual apa saja yang ada di rumah untuk membeli narkoba, hingga akhirnya sampai pada titik jenuh sebagai pecandu, saya diantar orangtua ke Lido untuk direhabilitasi. Alhamdulillah, setelah menjalani keseluruhan program, saya diajari untuk kembali hidup seperti dulu, mulai dari bangun pagi sampai menjalani kehidupan lainnya,” ujar Muswani.

Menurutnya, kunci untuk pulih dari ketergantungan narkoba ialah meningkatkan kualitas hidup, lepas dari kecanduan zat adiktif saja tidak cukup. Banyak treatmet yang perlu diberikan kepada pecandu untuk kembali meningkatkan produktivitas.

“Bekal keterampilan dan kesiapan mental yang diajarkan di Rumah Dampingan sangat bermanfaat, disamping itu dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu mantan pecandu kembali dalam kekehidupan normal,” imbuh Muswani. (fyh/r)

Share