Rabu10222014

Last update12:00:00 AM

Back Batam Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka

Kejari Batam Tetapkan Dua Tersangka

Setelah melalui pemeriksaan maraton dan rapat gelar perkara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menetapkan Hendro Harijono dan Waluyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan anggara di pengadaan jasa untuk fasilitas listrik (Genset) dan Runway Bandara International Hang Nadim Batam.Kasus Pengadaan Fasilitas Bandara Hang Nadim

BATAM (HK)- Setelah melalui pemeriksaan maraton dan rapat gelar perkara, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam akhirnya menetapkan Hendro Harijono dan Waluyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan anggara di pengadaan jasa untuk fasilitas listrik (Genset) dan Runway Bandara International Hang Nadim Batam.
"Dari pemeriksaan dan ekspose (gelar perkara), HH (Hendro Harijono) dan Waluyo (W) kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Yusron SH MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/3).

Yusron menjelaskan, HH dan W sangat bertanggungjawab atas kerugian negara pada pengadaan fasilitas bandara senilai lebih dari Rp10 miliar itu. Katanya, HH adalah mantan Kepala Bandara Hang Nadim, dan waktu itu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sedangkan W, saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Kelistrikan di Bandara Hang Nadim, dan juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dua pengadaan barang dan jasa (PBJ) itu.

"Keduanya yang paling bertanggungjawab," ucap Yusron menegaskan.

Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Yusron, keduanya akan dipanggil secepatnya untuk diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka, sambil menunggu hasil perhitungan nilai kerugian dari BPKP Kepri.

"Nilai kerugian masih menunggu hasil," tukasnya.

Ketika ditanya terkait kejahatan yang dilakukan keduanya, apakah menyangkut lelang fiktif atau mark up? Yusron menjawab bisa keduanya.

"Tapi secara sepintas dalam pertemuan di BPKP Kepri, dijelaskan adanya mark up dalam pengadaan," ujar Yusron.

Mengenai status keduanya, Yusron menjelaskan bahwa HH dan W belum dilakukan penahanan atau pencekalan. Pasalnya, sampai detik ini keduanya masih kooperatif memenuhi panggilan Kejari Batam.

"Keduanya masih kooperatif, sampai pemeriksaan terakhir. Kita lihat saja perkembangannya nanti," tutur Yusron.

Ditanya soal tersangka lain, Yusron mengatakan semua masih terbuka peluang, dan itu akan ditentukan saat pemeriksaan tersangka nantinya.

"Apakah dia akan bernyanyi, atau mereka akan pasang badan, kita lihat nanti" ucapnya.

Masih Yusron, penetapan status tersangka kepada HH dan W adalah bukti komitmen Kejari Batam dalam mengungkap dugaan kasus korupsi di Batam.

Sebagaimana diketahui, kedua tersangka saat ini masih aktif sebagai pejabat negara. HH kini bertugas di Bandara Internasional Kuala Namu Medan, sedangkan W masih di Bandara Hang Nadim. (ays/doz)

Share