Rabu09272017

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Urus Kartu BPJS Bisa di Kelurahan

Urus Kartu BPJS Bisa di Kelurahan

bpjsBerkas Dititip, Kartu Dikirim Lewat Pos

BINTAN (HK) - Banyak kemudahan ditawarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, agar masyarakat bisa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Jika sebelumnya mengurus kartu BPJS harus repot-repot datang ke kantor BPJS, kini masyarakat cukup menitipkan berkas permohonan baik di kelurahan maupun kantor desa setempat.

Nanti petugas dari Kantor BPJS wilayah bakal menjemput berkas warga yang dititipkan disetiap kantor desa maupun kelurahan untuk diurus. Tak sampai disitu saja, masyarakat yang mengajukan permohonan tak perlu lagi mengambil kartu BPJS yang sudah siap dicetak. Karena badan yang bekerja untuk pemerintah ini bakal mengirim kartu BPJS ke alamat pemohon menggunakan jasa pengiriman PT Pos Indonesia.

"Jadi nanti ada dropbox (Sejenis Kotak) yang akan kita letak di kantor desa, kelurahan maupun kecamatan. Setiap satu minggu sekali akan kita jemput, setelah itu kita akan buatkan virtual account, baru 14 hari setelah itu masyarakat bisa membayar, dan kartu BPJS akan kita kirim ke alamat rumah warga itu," terang Kepala BPJS Kesehatan wilayah Kepri, Lenny Marlina Tiurma di Bintan, Rabu (17/5) sore.

Dengan menggandeng pihak pemerintahan di daerah kata Lenny, pihaknya berharap seluruh masyarakat khususnya di Bintan bisa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan guna percepatan untuk memenuhi target Presiden Joko Widodo dimana pada 1 Januari 2019 mendatang, seluruh masyarakat Indonesia wajib mengikuti program BPJS Kesehatan.

Kemudahan lain kata Lenny, tidak hanya menggandeng pihak pemerintahan daerah, melainkan juga bekerjasama dengan pihak klinik, dokter praktek, maupun pihak bank BNI. "Bisa juga menghubungi call center 1500400, layanan 24 jam untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Semua kemudahan yang kita berikan agar seluruh masyarakat Indonesia bisa terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan," sebutnya.

Menurutnya, untuk diwilayah Bintan sendiri sebenarnya masih banyakyang menunggak iuran bulanan BPJS Kesehatan. Lenny menyebutkan ada 6.842 warga Bintan yang menunggak iuran dengan nilai tunggakan mencapai Rp 2,7 miliar.

Ia menyarankan supaya seluruh peserta BPJS Kesehatan bisa tepat waktu membayar iuran bulanan sebesar Rp 25.500/bulan untuk kelas 3. Sehingga, masyarakat pemegang kartu BPJS Kesehatan bisa menikmati pelayanan  prima waktu berobat. "Sekarang dendanya kan sudah dihapuskan. Tapi kalau tidak tepat bayarnya setiap tanggal 10, maka otomatis kartunya akan dinonaktifkan sementara, sehingga masyarakat harus membayar denda 2,5 persen setiap tunggakan bulanannya agar bisa menikmati layanan dari BPJS Kesehatan," tukasnya. (oxy)

 

Share