Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Bintan 5 Perusahaan Bauksit Gulung Tikar

5 Perusahaan Bauksit Gulung Tikar

Dipastikan Tidak Menambang Lagi

BINTAN (HK) - Lima perusahaan tambang biji bauksit  di Kabupaten Bintan akhirnya gulung tikar alias tutup total. Berita ini datang disaat adanya desas-desus akan diberikannya izin pertambangan biji bauksit oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Untuk kepastian ini dari 5 perusataan tambang yang tutup itu, dipertegas Kepala Dinas ESDM Kepri Amjon belum lama ini di Dompak, kemarin.

Menurut Amjon, kelima perusahaan besar yang tidak akan menambang bauksit lagi diantaranya PT Gunung Sion milik Samin, PT Wahana Karya Suksesindo Utama milik Agus Wibowo dan adiknya Andi Wibowo, PT Tunggal Utama Makmur milik Haji Syafei, PT Bintang Cahaya Terang milik Santoni dan PT Bina Dompak Indah milik Acun.

"Mereka semua sudah mengurus proses pasca tambang, jadi IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang sudah dicabut oleh Bupati/Walikota pada tahun 2014 lalu, sampai sekarang tidak ada perpanjangan IUP lagi," tegas Amjon ditemui diruang kerjanya.

Kata Amjon, jika kelima perusahaan tersebut sudah mengurus kegiatan pasca tambang, itu artinya kelima perusahaan penggalian biji bauksit tersebut tidak lagi akan melakukan aktifitas pertambangan. Apalagi, jika perusahaan-perusahaan itu sudah mengklaim dana pasca tambang yang diinvestasikan untuk dicairkan dengan dokumen yang diperlukan maka dipastikan perusahaan tidak boleh lagi melakukan aktifitas pertambangan nantinya.

"Setelah dokumen pencairan dana pasca tambang kita cerna dan layak untuk dicairkan, maka lahan-lahan itu akan menjadi milik negara," tukasnya.

Amjon menambahkan, sejak diterbitkannya edaran dari Dirjen Minerba Nomor 1115.Pm/04/DJB/2016 tentang Penetapan IUP clear and clean (CnC) ke 18 dan Daftar IUP yang dicabut oleh Gubernur/Bupati/Walikota. Baru satu perusahaan tambang yang mengikuti aturan main pemerintah untuk mendapatkan IUP lagi. "Baru satu yaitu PT Gunung Bintan Abadi (Milik Sun Meng Liang alias Aliang) yang mengurus (IUP)," kata Amjon.

Diakhir pembicaraannya, kepala dinas itu kembali menegaskan kalau kelima perusahaan yang sudah tutup buku tidak akan lagi melakukan aktifitas pertambangan disaat izin pertambangan akan diterbitkan pemerintah nantinya. "Sekali lagi, kelima perusahaan itu sudah mengurus untuk kegiatan pasca tambang. Artinya mereka tidak lagi melakukan aktifitas pertambangan," tandasnya. (oxy)

 

Share