Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Mangrove Dibabat Investor Singapura

Mangrove Dibabat Investor Singapura

Dijadikan Pondok-pondok Sewaan

BINTAN (HK) - Hutan mangrove/pohon bakau berada di tepi pantai di Kampung Sialang, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, habis dibabat investor asal Singapura untuk dibangun pondok-pondok sewaan. Padahal tanaman tersebut berfungsi menahan pengikisan tanah akibat hempasan ombak laut atau abrasi untuk pantai tersebut.
Aparat desa setempat sempat menegur pihak pengembang, namun dihiraukan. Kepala Desa Berakit, Adnan menjelaskan, pembabatan pohon bakau didaerahnya itu karena ketidaktahuan pengembang soal aturan, bila pohon mangrove itu dilindungi undang-undang.

Dikatakan dia, bahwa dalam undang-undang (UU) Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dan UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. "Kemarin sudah kita ingatkan jangan menebang pohon bakau, malah harus dilestrikan," ujar Adnan, Minggu (15/4) pagi.

Alasan penebangannya menurut Adnan, karena beberapa batang pokok bakau dikawasan yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata itu menghalangi akses menuju proyek sehingga harus ditebang. Namun demikian, pihaknya sambung dia, sudah melarang menebang pohon bakau dikawasan itu.

"Dekat lokasi yang akan dibangun itu tidak ada bakaunya. Cuman dibagian sampingnya saja. Tapi kita tetap melarang agar bakau-bakaunya tidak ditebangi lagi," tandasnya.

Ia mengatakan, saat ini pihak pengembang berencana akan membangun batu miring sepanjang 100 meteran dikawasan itu guna menahan abrasi air laut. Pihak desa kata Adnan, sudah mewanti-wanti supaya sebelum menimbun kawasan itu, batu miring yang akan dibangun harus sudah selesai.

Sementara itu, pihak Satpol PP Bintan sendiri ketika dikonfirmasi masalah pembabatan hutan bakau didaerah Berakit mengaku baru mendengar kabar tersebut dan segera akan meninjau ke lokasi untuk memastikan pembabatan pohon bakau tidak sempat merusak ekosistem didaerah tersebut. "Ini baru dapat infonya, nanti akan dicek kelokasi terlebih dahulu," ujar Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bintan M Ali Bazar ketika dihubungi. (oxy)

Share