Minggu05202018

Last update05:00:00 AM

Back Bintan Dewan Berang Hentikan Pembabatan Bakau

Dewan Berang Hentikan Pembabatan Bakau

pembabatan hutan bakauDisebut-sebut Komisi I DPRD Terlibat

BINTAN (HK) -  Ketua DPRD Bintan, Nesar Ahmad berang saat mendengar nama Ketua Komisi I DPRD Bintan Muhammad Yatier disebut-sebut terlibat dalam aktifitas pembabatan hutan bakau/mangrove di  pantai Kampung Sialang Rt07/04, Desa Berakit Kecamatan Teluk Sebong. Nesar saat itu juga bersama PPNS Satpol PP Bintan Sukiyadi langsung turun ke lokasi menghentikan aktifitas pembabatan hutan bakau yang menggunakan alat berat/kobe tersebut.

Saat itu Kadri (50) alias Atan selaku orang yang bertanggung jawab di lokasi proyek hanya bisa terdiam dan langsung menghentikan aktifitas pembabatan hutan bakau. Rencananya di lokasi hutan bakau itu, akan dijadikan villa oleh pengusaha Singapura.

"Saya sudah telepon langsung bang Yatier (Ketua Komisi I). Beliau hanya bilang, kalau penimbunan itu ya bayar retribusi saja, tapi gak mengizinkan untuk menebang pohon bakau. Jadi jangan bawa-bawa nama anggota dewan," ketus Nesar dengan nada tinggi kepada Atan yang berada persis dihadapannya saat meninjau lokasi proyek, Senin (16/4) pagi.

Menurutnya, sebelum urusan administrasi kelar, aktifitas harus dihentikan. Nesar pun menginstruksikan kepada Satpol PP Bintan untuk menyetop aktifitas tersebut dan segera memanggil Kepala Desa Berakit Adnan serta penanggungjawab proyek tersebut. "Besok saya agendakan langsung untuk hearing. Undang Pak Kadesnya," perintah Nesar kepada staffnya.

Sementara itu, Kadri alias Atan, penanggungjawab proyek itu menuturkan, rencananya lahan seluas 4.000 meter bujur sangkar itu akan dibangun villa. Sehingga, beberapa batang pokok bakau yang berada diarea lahan terpaksa harus ditebang menggunakan alat berat.

Mengenai aktifitasnya yang sudah menabrak aturan, Atan mengaku tidak mengetahuinya. "Ya kalau memang tidak boleh. Ya kita hentikan," ujarnya. Selain belasan batang pokok bakau yang sudah terlanjur ditebang, pantauan dilapangan puluhan pokok bakau sudah dikupas kulitnya untuk mematikan pohon-pohon yang berfungsi menahan abrasi air laut. Sehingga diperkirakan dalam waktu beberapa bulan kedepan, hutan bakau itu akan punah.

"Itu (kupas kulit) bukan kami, itu sudah lama. Orang jauh (yang melakukannya) itu," tutur Atan.

Sementara itu, Muhammad Darusallam Ketua Rt di Semelur Berakit menuturkan, kalau aktifitas yang sudah berlangsung sejak 2 hari itu telah membabat hutan bakau yang berusia puluhan tahun dikawasan itu. Menurutnya, rencana pihak proyek akan membangun batu miring penahan ombak persis ditengah hutan bakau. "Jadi mau dibangun batu miring dulu dekat situ. Tapi kenapa dibabat hutan bakau ini. Kan ada aturannya," tegas dia. (oxy)

 

Share