Minggu11232014

Last update12:00:00 AM

Back Bintan Mahasiswa Goyang Pulau Koyang

Mahasiswa Goyang Pulau Koyang

BINTAN (HK)- Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Cabang Tanjungpinang-Bintan, hari ini, Senin (6/5) akan menggoyang Pulau Koyang. Mahasiswa akan berdemo menuntut pejabat pemerintah dan penegak hukum mengawasi pulau penghasil bauksit tersebut dari tangan para penjarah.
Aksi demo dilakukan sebagai bentuk lemahnya kinerja intansi terkait dan aparat penegak. Sebagai penerus bangsa, mahasiswa merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut menindas praktik mafia bauksit yang berlangsung saat ini.

"Rencananya besok (hari ini, red) kita akan mendatangi Mapolres Bintan dan setelah itu ke Kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Bintan. Kita akan mempertanyakan kenapa Pulau Koyang tetap dibiarkan ditambang oleh oknum pengusaha," kata Ketua Pimpinan Cabang PMMI Tanjungpinang-Bintan Zainal, Minggu (5/5).

Padalah, kata dia, sebelumnya tim evaluasi terpadu yang terdiri dari Distamben Bintan, Bappeda, Satpol PP, anggota DPRD Bintan serta polisi telah turun ke Pulau Koyang untuk menghentikan aktivitas pertambangan. Ditambah lagi, bahwa Pulau Koyang sudah dinyatakan tidak termasuk sebagai area atau lokasi tambang bauksit.

"Kita juga akan mempertanyakan seperti apa nantinya penyelesaian di Pulau Koyang, karena alat berat di sana sudah masuk dan bagaimana fungsi pengawasan yang dilakukan Distamben serta oknum pengusaha yang menambang di sana," pungkas Zainal.

Menurut informasi yang didengarnya, alat berat di Pulau Koyang sudah masuk sebelumnya di lokasi tambang. Ia mendapat info ada enam unit loader, 8 unit lori dan alat berat lainnya yang diduga telah melakukan aktivitas.

Zainal mengatakan, bila memang ada aktivitas penambangan ilegal di Pulau Koyang dan kegiatan tersebut dilakukan sebatas mengeruk atau ekspolitasi lalu mengumpulkan stok file, dikhawatirkan ketika tongkang masuk, bauksit tersebut dengan leluasa mudah diangkut dan diekspor ke luar negeri. Dengan cara ini, kata dia, itu sama saja oknum pengusaha mencoba mengibuli aparat penegak hukum.

"Dengan cara itu maka sudah jelas namanya pencurian, maka aparat penegak hukum harus bertindak," ucapnya.

Sementara itu, Kapoles Bintan AKBP Octo Budhi Prasetyo menegaskan bahwa sampai saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan di Pulau Koyang. Kapolres juga menjamin ke depan kegiatan penambangan bauksit di Pulau Koyang tidak akan terjadi lagi.

"Tiga hari lalu saya beserta dengan Kapolsek Bintan Timur sudah mengecek ke Pulau Koyang, dan di sana kami lihat sudah tidak ada lagi kegiatan penambangan," ujar Octo dikonfirmasi, kemarin.

Terkait dengan alat berat yang masih berada di Pulau Koyang, lebih lanjut Octo mengatakan bahwa alat tersebut memang masih ada, namun sama sekali tidak beroperasi. Dia juga sudah memerintahkan bawahannya agar alat yang masih berada di Pulau Koyang untuk segera ditarik.

"Saya jamin tidak ada lagi kegiatan penambangan bauksit di Pulau Koyang, kalau terjadi maka segera laporkan dan nanti akan kita datangi dan proses bila ada penambangan," ujar Octo.

Terkait ramainya pemberitaan soal masih adanya aktivitas penambangan bauksit di Pulau Koyang, Octo mengakui Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mende sudah meminta keterangan.

"Pak Kapolda telah menanyakan kepada saya apakah memang benar masih ada lagi kegiatan penambangan di Pulau Koyang," kata Octo. (tim)

Share