Kamis09182014

Last update12:00:00 AM

Back Category Table Harmain Bisa Diberhentikan dari DPRD

Harmain Bisa Diberhentikan dari DPRD

  • PDF

Terlibat Pemukulan
RANAI- Harmain Usman, anggota DPRD Natuna yang terlibat pemukulan dan pengeroyokan terhadap Wan Hafizun (21), bisa diberhentikan dari DPRD Natuna jika yang bersangkutan terbukti melakukan pemukulan dan pengeroyokan.

Hal itu dikemukakan  Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Natuna Yunus yang ditemui usai penyampaian pidato RAPBD Perubahan, Rabu (20/7).

Menurut Yunus, jika Harmain terbukti melakukan pemukulan dan pengeroyokan maka kasus tersebut akan diserahkan ke partai yang mengusungnya.  Jika dalam tempo satu bulan tidak ada respon dari partainya maka BK bersama anggota DPRD lainnya yang akan memutuskannya.

" Tekhnis pemberhentian, kita serahkan kepada partai yang mengusungnya. Tapi jika dalam satu bulan tidak ada respon dari partai maka BK bersama anggota DPRD yang lain akan memutuskannya," kata Yunus.

Meski demikian, ia belum bisa berbuat banyak terkait kasus tersebut. Karena hingga kini pihaknya belum menerima laporan tertulis dari korban.

" Kami belum bisa berbuat, jika laporan tertulis dari korban belum disampaikan ke kami. Jika laporan itu sudah diterima maka kami akan tindak sesuai aturan yang sudah ada di BK," ujar Yunus.

Laporan tertulis tersebut, lanjut dia, akan dijadikannya sebagai alasan untuk melakukan investigasi dan kroscek ke yang bersangkutan. Jika memang betul oknum tersebut yang melakukan  pemukulan pihaknya akan melihat lagi apakah masuk pelanggaran berat atau ringan.

Sebelumnya Harmain Usman,  anggota DPRD Natuna dilaporkan ke polisi karena diduga memukul dan mengeroyok Wan Hafizun (21)
di kolam renang miliknya di Kelurahan Ranai Darat, Minggu (17/7).  Akibat pemukul itu wajah Hafizun memar, dari hidungnya keluar darah segar.

Menurut Hafizun, dalam pengeroyokan tersebut Harmain dibantu dua saudaranya Tas dan Mus yang saat itu berada di lokasi kejadian.  

Dikatakan dia, kejadian itu berawal saat dirinya berkunjung ke kolam renang milik pelaku, namun sesampainya di kolam itu, korban dihampiri Harmain dan menuduh korban telah mencuri sebuah handpone milik pengunjung pada pekan lalu.

" Saya datang ke kolam hendak meminjam motor milik teman, tetapi pas sampai di kolam, tiba-tiba saya di tuduh mencuri handpone oleh Harmaini," ujar Hafizun.

Dituduh tanpa bukti, korban pun meradang dan langsung pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah, korban mengadukan tuduhan itu kepada ayahnya Wan Ishak (54).

Kemudian, korban bersama ayah nya datang kekolam renang untuk menemui Harmain,  tujuannya untuk menanyakan apakah benar Harmaini menuduh kalau si korban telah mencuri handpone milik pengunjung kolam.  

Tetapi, setelah bertemu Harmain, keduanya pun terlibat perang mulut. Dua orang saudara Harmain yang melihat pertengkaran itu langsung memukul Hafizun dan ayahnya. Demikian halnya, Harmain juga ikut melakukan pemukulan.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Reonald Simanjuntak mengatakan, pihaknya sudah mengamakan dua pelaku dan sudah berstatus tersangka.  "  Kedua pelaku sudah kita tahan, dan statusnya sudah tersangka," ujar Reonald.

Sedangkan Harmain sendiri saat ini statusnya masih sebagai saksi dan belum diperiksa. Itu karena statusnya sebagai anggota DPRD Natuna, sehingga untuk melakukan pemeriksaan harus seizin gubernur.

" Kita masih akan menyurati gubernur untuk izin pemeriksaan,
dan kita akan tetap memproses kasus ini sampai selesai," pungkasnya.(leh)

Share