Jumat08292014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Bisnis Pertumbuhan Ekonomi Batam Tahun 2011

Pertumbuhan Ekonomi Batam Tahun 2011

Perdagangan Ungguli Industri

BATAM CENTRE -- Grafik pertumbuhan ekonomi di Batam sepanjang tahun 2011 dari Bank Indonesia (BI) Batam menunjukkan, sektor perdagangan, hotel dan restoran di Batam melebihi ekspetasi pertumbuhan sektor industri. Jika yang pertama mencapai pertumbuhan 6,67 persen, maka industri tumbuh sebesar 5,88 persen.

Oleh: Zaki Setiawan, Liputan Batam

"Sektor perdagangan, hotel dan restoran memiliki akselerasi paling tinggi. Sedangkan sektor industri sebagai backbone, masih di bawah laju sektor perdagangan," ungkap Kepala Kantor BI Batam, Elang Tri Praptomo didampingi Uzersyah saat menerima kunjungan Komisi II dan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumat (24/2).

Dari akselerasi pertumbuhan tersebut, diperkirakan sektor perdagangan, hotel dan restoran akan terus mengalami pertumbuhan. Di sisi lain, sektor industri yang dinilai sejumlah kalangan sebagai "backbone" ekonomi di Batam, justru pertumbuhannya di bawah sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Lebih rendahnya pertumbuhan sektor industri dibanding sektor perdagangan, hotel dan restoran melebihi ekspetasi sejumlah kalangan selama ini. Yang menilai sektor industri merupakan sektor utama penggerak ekonomi Batam.

Elang memaparkan, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada 2011 mencapai 6,67 persen. Berdasarkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh sektor industri pengolahan 46,65 persen, sektor perdagangan hotel dan restoran (20,44 persen) dan sektor pertambangan (9,17 persen).

"Ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir selama ini, sehingga perlu ada kebijakan khusus untuk mengembangkan sektor perdagangan, hotel dan restoran ke depannya," ujar Elang.

Sementara itu, data realisasi investasi asing Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 2011 menunjukkan nilai total investasi industri hotel atau real estate dan industri perdagangan atau jasa dan lainnya mampu menyaingi nilai total investasi industri manufaktur dan galangan kapal. Meski dari jumlah proyek, sektor itu tidak sebanyak sektor manufaktur dan galangan kapal, namun nilai investasinya cukup besar.

Pada tahun 2011, nilai total investasi dua sektor tersebut mencapai sekitar US$53 juta. Terdiri atas investasi sektor real estate/hotel sebesar US$30,5 juta dengan 4 proyek dan sektor perdagangan jasa US$22,7 juta dengan 29 proyek.

Sedangkan total investasi sektor manufaktur dan galangan kapal pada 2011 sekitar US$52 juta. Terdiri atas investasi industri manufaktur sebesar US$34,3 juta dengan 35 proyek dan industri perkapalan sekitar US$17,6 juta dengan 23 proyek.

"Meski lesu, masih ada minat investor untuk berinvestasi ke Batam," jelas Direktur Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho.

Selama Januari 2012, inflasi di Provinsi Kepri sebesar 3,36 persen. Yang dipengaruhi oleh inflasi di Kota Batam sebesar 3,43 persen dan Tanjungpinang 2,99 persen. Pencapaian inflasi di Provinsi Kepri, Batam dan Tanjung Pinang pada Januari 2012 berada dibawah level nasional 3,65 persen.

Sementara itu dari 16 kota di Sumatera, realisasi inflasi Kota Batam berada pada posisi empat terendah setelah Kota Aceh, Palembang dan Dumai. Sedangkan inflasi Kota Tanjungpinang berada di urutan 11 dari 16 kota di Sumatera. Ke-16 kota tersebut adalah Banda Aceh, Lhokseumawe, Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padang Sidempuan, Padang, Pekanbaru, Dumai, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, Batam dan Tanjungpinang.

"Tanjungpinang termasuk daerah yang memiliki biaya hidup tinggi dibanding kota lainnya di Sumatera," ujar Elang.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Nur Syafriadi menjelaskan, kunjungan Komisi II ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam perkembangan perekonomian di Provinsi Kepri. Ada keinginan DPRD Kepri untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri.

"Meski sudah menerima buku laporan dari Bank Indonesia setiap triwulannya, tapi rasanya lebih jelas kalau bertemu langsung," ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepri yang hadir dalam kunjungan ini di antaranya Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepri Iskandarsyah, Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan Abdul Azis dan anggota seperti Syofyan Syamsir, Rudi Chua, Ahars Sulaiman, Saidul Khudri, Onward Siahaan, Suryani, Dewi Anggraeni dan Yudi Carsana. ***

Share

Fokus

Enam Tahun Menjual Bendera

Minggu, 10 August 2014
 Enam Tahun Menjual Bendera

TANJUNGPINANG (HK) -  Ibarat jamur di musim hujan. Setiap mendekati momen hari k...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...