Sabtu12272014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Bisnis Usaha Kerajinan dari Limbah Plastik

Usaha Kerajinan dari Limbah Plastik

Berkreasi dari barang-barang yang tidak lagi berguna menjadi bermanfaat adalah aktifitas yang sangat menarik, apalagi jika barang tersebut memiliki nilai jual yang bernilai. Seperti yang dilakukan Elviana, wanita 50 tahun, yang sudah tiga tahun berkreasi dengan barang bekas.

 

Oleh: Dewei Anggrayni-Liputan Batam

Awalnya wanita ini bekerja sebagai supervisor di perusahaan galangan kapal. Namun dengan alas an harus mengurus keluarga, Elvi menghabiskan harinya dengan berkreasi di rumah.

“ Karena suami pindah tugas, saya harus berenti kerja dan ikut suami. Makanya saya mulai dengan berkreasi sendiri di rumah. Dan ternyata banyak barang – barang bekas yang saya olah diminati teman dan sahabat, sampailah akhirnya saya membuka usaha di rumah,” jelas Elvi saat di temui di kediamannya.

Kerajinan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi alternative peluang usaha. Seperti sampah plastic, sampah plastik seringkali menjadi masalah dalam sampah rumah tangga. Karena limbah plastic memang sangat sulit untuk diuraikan.

Berbeda dengan sampah organik, hanya dengan menambahkan beerapa zat tertentu, limbah organic dapat di pakai menjadi pupuk yang ramah lingkungan. Hal ini lah yang menjadi dasar Elvi memulai mengembangkan kreatifitasnya.

Sampah plastik di olah menjadi berbagi produk yang berguna sehingga tiddak terbuang dan merusak lingkungan. Dilihat dari sisi penggunaannya plastic dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat kebutuhannya. Misalnya saja kantong plastik bekas belanja di pasar.

Kantong-kantong bekas tersebut bisa di olah Elvi menjadi barang yang bermanfaat. Tumpukan plastik di olah Elvi menjadi berbagai jenis bunga dengan kreasi yang menarik. Awalnya bunga yang di buat dari kantong plastik bekas ini hanya di pakai untuk pajangan penghias meja tamunya. Tetapi banyaknya kolega yang melihat hasil kreasi Elvi, membuat sejumlah orderanpun berdatangan.

“ Sangking banyaknya pesanan bunga dari limbah plastic yang saya olah, akhirnya saya sempat dimintai kecamatan untuk memberikan pelatihan bagi ibu-ibu di Kecamatan Tiban,” jelas Elvi.

Ternyata mengolah sampah plastic menjadi barang-barang yang bermanfaat, memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang usaha dari sampah plastic ini selain memiliki nilai profit, juga mengurangi polusi dari dari limbah plastik.

Banyak lagi kerajinan tangan yang bisa di buat selain bunga dari limbah plastik. Limbah plastic ternyata bisa di sulap menjadi lampu lampion yang bernilai tinggi.

“ Selain mengolah plastik bekas menjadi bunga, banyak lagi yang lain yang bisa di kreasikan dari limbah plastic, misalnya saja lampion ini,” jelas ibu satu putri ini.(*)

 

 

Gonggong dan Botol Bekas Menjadi Kerajinan

Kreatifitas memang mendatangkan rezeki. Ternyata tidak saja dari limbah plastik Elvi bisa berkreasi, dengan menyulap berbagai botol bekas menjadi barang yang unik. Sebut saja botol bekas yang dilukis.

Botol yang telas di sulap ini bisa mendatang kan uang dari lima hingga seratus ribu rupiah, tergantung dari model dan fungsi botol yang dibuat.

“ Pesanan botol ini juga banyak peminatnya, biasanya saya buat lukisan botol hanya by order saja. Tetapi disini memang banyak peminatnya, bahkan ada beberapa warga negara asing juga yang order,” jelas Elvi.

Selain di lukis botol bisa di berikan tempelan manik-manik yang menarik. Bukan saja botol kaca, tetapi juga botol plastik bekaspun dapat di olah menjadi barang yang menarik dengan berbagi fungsi. “ Botol ini bisa macam-macam fungsinya, bisa buat vas bunga, tempat pensil, sampai kap lampu pun bisa di buat. Ternyata banyak juga yang tertarik membeli botol lukis, jadi pesanan botol lukis terus mengalir,” jelasnya.

Pengerjaan botol lukis membutuhkan ketekunan khusus. Biasanya mengabiskan waktu yang bervariasi. Jika desain lukisannya simple, Elvina bisa mengerjakan dalam empat jam saja, tetapi jika desainnya sulit biasanya membutuhkan waktu hingga empat hari.

Pemanfaatan barang bekas menjadi barang berguna seperti yang dilakukan Elfi, memang patut dijadikan guru. Saat ini memang terbukti banyak yang datang kerumah Elvi untuk berguru kepadanya, tentang bagaimana berkreasi dengan barang bekas.

Elvi mengajarkan banyak ibu-ibu disekitar lingkungannya untuk turut serta berkreasi dengan aneka barang yang tidak lagi bernilai menjadi barang yang sangat bernilai.

” Kreatifitas memang harus terus di kembangkan, tidak saja harus dari botol, masih banyak barang bekas lainnya yang bisa kita olah menjadi barang berguna,” jelasnya lagi.

Lepas dari botol bekas, Elfi juga melirik benda tak berguna lainnya untuk disulap lewat sentuhan tangannya. Gong-gong, makanan laut yang terkenal dari Kepri inipun di lirik Elvi untuk di eksploitasi menjadi barang berguna.

Dari gong-gong Elvi berkreasi dengan membuat berbagai bentuk bunga yang menarik. Cangkang gong-gong juga ternyata bisa dipakai sebagai aksesoris tas dengan berbagai tampilan yang menarik.

“ Ternyata banyak sekali yang bisa di olah dari gong-gong, dan hasilnya sesudah diolah juga mendatangkan rezeki yang lumayan,” jelas Elvi.

Tak heran jika wanita ini membuat galeri sendiri di kediamannya, karena memang terbukti sangat banyak sekali kreatifitas yang dihasilkan wanita berdarah Sumatera Barat ini menghasilkan barang yang bernilai jual tinggi.

“ Saya tipe orang yang ga bisa diam. Entah kenapa selalu saja ada keinginan untuk mengerjakan sesuatu,” ujar Elvina yang memang memiliki hobi mengerjaklan kerajinan tangan.

Karena hobi inilah Elvina mencintai pekerjaannya. Selama hampir tiga tahun terakhir Elvina menghabiskan waktunya dengan mengembangkan segala kreatifitas seni yang di milikinya dengan menciptakan barang berguna dari limbah.

Tak pernah merasa cukup waktu bagi Elvina dalam berkreasi, banyak sudah kerjasam yang dilakukan Elvina dengan instansi pemerintah yang terkait dengan pengembangan usaha kecil menengah. Belum lagi Istri dari Sudiyono ini aktif mengelola koperasi Telkom tempat suaminya bertugas.

“ Memang sudah jalannya, usaha kecil menengah binaan Telkompun saya yang membantu untuk membuat ide-ide kreatif, sehingga menghasilkan barang yang memiliki nilai jual,”jelanya lagi. (dws)

 

 

Share

Fokus

Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Minggu, 21 December 2014
Ini Kesempatan Kami Memperbaiki Kapal

Batam (HK)-- Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kepri, m...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...