Senin09222014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar dan Bank Bank Riau Kepri Bahas Isu Syariah

Bank Riau Kepri Bahas Isu Syariah

BATAM- Rapat koordinasi internal Unit Usaha Syariah PT Bank Riau Kepri membahas tentang isu seputar perkembangan perbankan syariah, penguatan kinerja dan sosialisasi internal produk- produk Bank Riau Kepri Syariah.

Rapat yang berlangsung pada Jumat (9/9) lalu di Hotel Pangeran Pekanbaru tersebut dihadiri oleh Direktur Kredit dan Syariah PT Bank Riau Kepri Ruslan Malik, Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Bank Riau Kepri Muchtar Samad, Pemimpin Divisi Syariah PT Bank Riau Kepri Yumadris serta Seluruh Pemimpin Cabang dan Capem PT Bank Riau Kepri Syariah.

Ruslan Malik dalam rilis yang dikirim ke Haluan Kepri, Senin (12/9) menyampaikan, dengan pertemuan rapat kordinasi ini diharapkan Cabang dan Capem dapat melihat pertumbuhan Bank Riau Kepri Syariah secara global sehingga dapat memberikan motivasi untuk mengembangkan Bank Riau Kepri Syariah ke depan.

Terjadinya indikasi pemulihan ekonomi global yang semakin menguat di akhir tahun 2010 telah memberikan optimisme perkembangan ekonomi pada tahun 2011. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2011 dapat mencapai kisaran 6,0 – 6,5%.

Sepanjang tahun 2010 dalam skala nasional perbankan syariah tumbuh dengan volume usaha yang tinggi yang tergambar dari pertumbuhan dana yang dihimpun dan pembiayaan yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2009.

Jika pada tahun 2009 (triwulan III) DPK tumbuh 35.19% pada tahun 2010 (triwulan III) tumbuh 39.19%. Sementara Pembiayaan pada tahun 2010 tumbuh 34.15% dibandingkan 2009 yang hanya tumbuh 18.16%. Artinya, secara nasional terjadi pertumbuhan kinerja industri keuangan syariah baik dari sisi asset, penyaluran pembiayaan maupun dari sisi pendanaan syariah.

Namun, pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia ini masih sangat kecil jika dibandingkan negara-negara Timur Tengah. Total asset keuangan syariah global diperkirakan mencapai USD 1,3 triliun. Lebih dari 525 lembaga keuangan syariah beroperasi di sekitar 47 negara, dengan pertumbuhan rata-rata 15% - 29% per tahun.

Timur Tengah merupakan salah satu pusat transaksi keuangan syariah yang penting. Lebih dari 2/3 sumber pendanaan syariah berasal dari Timur Tengah. Sumber pendanaan lain berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama Malaysia.

Sedangkan jika dilihat pasar perbankan syariah domestik, market share perbankan syariah di Indonesia terhadap perbankan nasional secara kuantitatif masih relatif kecil, yaitu rata-rata belum mencapai 5%.

"Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, sehingga merupakan suatu potensi penting bagi Bank Riau Kepri berperan dalam mengajak masyarakat untuk dapat lebih menggairahkan dan menumbuhkan perbankan syariah, khususnya di daerah Riau dan Kepri,” tambahnya.(r/rml)

Share

Fokus

Apakah Oknum Aparat Terlibat ?

Minggu, 07 September 2014
Apakah Oknum Aparat Terlibat ?

Pelangsir BBM di Batam

NONGSA(HK) -- Dugaan keterlibatan oknum polisi semakin ku...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...