Jumat10242014

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Sutarman Kapolri Baru

Sutarman Kapolri Baru

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (22/10), akhirnya menetapkan Komisaris Jenderal Sutarman sebagai Kapolri terpilih. Mantan Kapolda Kepri itu tinggal menunggu dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Jendral Timur Pradopo.  JAKARTA (HK)- Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (22/10), akhirnya menetapkan Komisaris Jenderal Sutarman sebagai Kapolri terpilih. Mantan Kapolda Kepri itu tinggal menunggu dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggantikan Jendral Timur Pradopo.  
Meski disetujui, namun penetapan SUtarman sebagai Kapolri sempat diwarnai interupsi. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Pieter C Zulkifli menyampaikan laporan hasil uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sutarman yang dilakukan pada 17 Oktober lalu. Dalam hasil uji tersebut, seluruh fraksi sepakat mengangkat Komjen Sutarman sebagai Kapolri. Komisi III, papar Zulkifli, juga menyetujui pemberhentian Jenderal Timur Pradopo sebagai Kapolri.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang memimpin rapat ini lalu menanyakan pendapat anggota Dewan atas hasil uji kepatutan itu.

"Apakah kita setujui?" tanya Priyo.

"Setuju!" ujar anggota DPR dalam rapat paripurna itu.

Priyo pun kemudian mengetuk palu untuk menetapkan Komjen Sutarman sebagai Kapolri dan selanjutnya disampaikan kepada Presiden untuk dilantik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun, setelah Priyo mengetuk palu, sejumlah anggota Dewan melakukan interupsi. Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka meminta Sutarman menindak masalah ketenagakerjaan.

Sementara, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Nurdiman Munir menuntut Sutarman untuk mengusut produsen ponsel Blackberry yang hingga kini disebut Nurdiman tak pernah membayar pajak.

Sutarman pun tampak mencatat setiap interupsi yang dilancarkan anggota Dewan. Setelah interupsi selesai, Sutarman yang hadir bersama dengan rombongan Provost akhirnya dipersilakan ke luar ruangan.

Polisi-KPK Sinergi


Saat ditanya wartawan, Sutarman menyatakan, Kepolisian Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi perlu bersinergi dalam memberantas korupsi di Indonesia.

"Kita harus bersinergi bersama-sama bagaimana caranya memberantas kejahatan ini. Kejahatan korupsi ini 'khan sudah luar biasa," katanya.

Sutarman menyatakan cara untuk memberantas korupsi perlu ditangani bersama. "Kemudian yang sudah tertangkap ini memberikan prevensi kepada yang lain untuk tidak korupsi," ucapnya.

Hal itu disampaikan Sutarman ketika disinggung perihal wacana pembentukan Detasemen Khusus Anti Korupsi yang disebut-sebut bisa mengkerdilkan KPK.

Sutarman menuturkan, hal itu tidak benar karena setiap institusi yang berjuang memberantas korupsi seharusnya justru saling menguatkan.

"Penguatan anggota meningkatkan profesionalisme kemampuan untuk pengungkapan perkara-perkara yang ada, harus segera kita lakukan," ujar Sutarman.

Dia kemudian mengemukakan, saat ini penguatan internal dalam institusi terkait hal lebih penting untuk segera dilakukan.

Sementara untuk kelembagaan seperti Detasemen Khusus Anti Korupsi itu, Sutarman menjelaskan, hal itu tidak hanya dalam institusi Kepolisian Indonesia sendiri, namun juga akan terkait dengan institusi lain seperti beberapa kementerian terkait.

"Tapi penguatan dalam bentuk latihan, penambahan jumlah personil, peralatan dan sebagainya itu sudah pasti harus dilakukan. Kalau untuk Densus itu wadahnya kan sudah ada," katanya.

Sekilas Sutarman

Sutarman meniti karir di kepolisian dari bawah. Dia merupakan anak petani kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah. Sutarman sempat mengenyam pendidikan Akpol pada tahun 1981. Setelah itu, dia berdinas pertama kali di Polda Jabar sebagai Pa Staf Lantas Polres Bandung pada tahun 1982. Ia juga menjadi Kapolsek Dayeuh, Bandung pada tahun 1982 dan menjadi Kasat Lantas Polres Sumedang pada tahun 1983.

Mulai tahun 1988-1995, Sutarman berdinas di Polda Metro Jaya. Pada tahun 2000, Sutarman juga dipercaya sebagai ajudan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid. Dia juga akhirnya dipercaya menjabat sejumlah posisi penting seperti Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jawa Barat, dan Kapolda Kepulauan Riau.

Terakhir, Sutarman menjabat sebagai Kabareskrim Polri. (ant/kcm/dtc/mdk)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...