Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank BI Larang Transaksi Pakai Uang Asing

BI Larang Transaksi Pakai Uang Asing

Jika Ditemukan akan Ditindak

BATAM (HK) - Bank Indonesia (BI) mempertegas larangan pengunaan valuta asing (valas) atau mata uang negara asing dalam transaksi tunai dan nontunai di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Batam. Apabila ditemukan segera laporkan karena ada konsekwensi seperti diatur dalam UU mata uang.
"Selama masih dalam kawasan Indonesia tidak boleh bertransaksi apapun mengunakan mata uang asing, karena yang berlaku adalah rupiah," ujar Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Asral Mashuri kepada wartawan dilantai IV Kantor BI pusat, Selasa (11/10) lalu.

Dikatakannya, kebijakan yang diterbitkan untuk memperkuat rupiah itu digariskan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI. kemudian juga dipertegas dalam UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dimana alat pembayaran sah diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hanyalah rupiah.

Namun, apabila masih tetap juga ada dunia usaha seperti Perhotelan dan rumah makan yang masih melanggar maka segera dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diambil sebuah tindakan. "Dalam UU mata uang sudah jelas kalau ada melakukan transaksi menggunakan Dolar atau mata uang asing lainnya maka akan dikenakan denda sebesar Rp. 200 juta," tegasnya.

Memang, lanjut Asral kecenderungan transaksi menggunakan mata uang asing juga terjadi di Kota Batam dan wilayah-wilayah perbatasan Indonesia. Bahwa di Batam pernah ada kejadian dimana salah satu restoran seafood melakukan transaksi dengan konsumennya yang menggunakan mata uang dolar, dan itu dilakukan penangkapan.

Untuk itu, dia menghimbau kepada seluruh penyedia jasa di Kota Batam khususnya dan Indonesia pada umumnya, terutama jasa perhotelan tidak boleh bertransaksi mengunakan mata uang asing. (Cw 56)

Share